Kebijakan

“UMP & UMK 2026 Naik, Kado Manis Warga Muba”

ist

Catatan akhir tahun 2025, saat senyum pulang kerja tak lagi setipis dompet

KELENDER  sudah menunjuk akhir Desember, biasanya pikiran orang cuma terbagi dua, yaitu liburan ke mana, atau bakar jagung di mana. hehehe.. tapi bagi pejuang nafkah di Musi Banyuasin (Muba), ada satu hal yang jauh lebih mendebarkan daripada suara kembang api. Apa itu kabarnya? tak lain ya..soal kenaikan upah. Ya, “hilal” kenaikan gaji itu akhirnya muncul juga. Alhamdulillah, patut disyukuri warga Muba, sebab di balik angka-angka UMP dan UMK 2026, ada kebijakan publik yang sedang bekerja pelan, tapi menentukan arah hidup banyak orang di Muba.

Ibarat main game, tahun 2026 ini, kita semua resmi naik level, bukan level karakter, namun level angka di rekening. Lewat kabar resmi yang baru saja mendarat, duet maut Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemkab Muba resmi kasih “kado” buat kita semua, sebuah kolaborasi yang lebih paten daripada duet penyanyi orgen tunggal di acara hajatan.

Mari kita bedah pelan-pelan supaya tidak terjadi salah paham yang berujung baper, dengan “Angka Keramat di Januari,” pasalnya Menteri Ketenagakerjaan kita, Prof. Yassierli, lewat PP Nomor 49 Tahun 2025, sudah kasih kode keras kalau regulasi pengupahan terbaru ini adalah jalan tengah. Artinya apa? perusahaan tidak bangkrut, karyawan tidak kurus kering. Pas di tengah, kayak garis putih di jalan lintas Sekayu.

Di Palembang, Pak Indra Bangsawan selaku Kadisnakertrans Sumsel sudah mengetok palu, UMP 2026 naik jadi Rp3.942.963. Tapi, kabar paling sedap sebaliknya, justru datang dari Bumi Serasan Sekate.

Sesuai instruksi Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen, Kadisnakertrans Muba, Pak Herryandi Sinulingga, mengumumkan angka yang bikin senyum makin lebar. UMK Muba tahun 2026 tembus di angka Rp4.039.054.

Ingat! itu angka empat juta lewat sedikit. Cukup –lah buat beli martabak tiap malam tanpa perlu mikir saldo besok pagi. Belum lagi urusan UMSK buat yang kerja di sektor migas atau sawit, yang harganya tentu lebih gurih lagi.

Coba kita tengok sebut saja si Rendi (tokoh fiksi) kita yang mewakili perasaan banyak orang, Biasanya, kalau dengar gaji naik, si Rendi langsung buka aplikasi belanja online, masukin sepatu baru ke keranjang, padahal gajinya baru cair bulan depan. “Gaji naik empat juta lewat, Mak! Bisolah kito nyicil motor baru,” teriak si Rendi di teras rumah.

Tapi, Pak Sinulingga mengingatkan lewat rilisnya, ini bukan cuma soal foya-foya. Ada urusan struktur dan skala upah.” Maksudnya, buat kalian yang sudah senior, masa gajinya mau disamakan dengan anak baru yang baru bisa bedakan mana kunci inggris mana kunci pintu? Di sinilah peran pemerintah hadir untuk memastikan keadilan. Biar yang senior merasa dihargai, yang baru masuk punya motivasi.

Pemerintah Muba ingin investasi tumbuh subur, tapi pekerja jangan cuma jadi penonton di pinggir lapangan. Pekerja adalah mitra utama. Hubungan perusahaan dan karyawan itu kayak suami-istri, kalau komunikasinya macet, pasti banyak piring terbang. Kalau gajinya pas, rumah tangga industrial pasti adem ayem.

Ganti nasib

Nah, ini yang paling penting, pemerintah sadar kalau aturan tinggal aturan kalau tidak dikawal. Biasanya, ada saja oknum perusahaan yang “pura-pura amnesia” soal ketetapan Gubernur. Atau sebaliknya, ada pekerja yang ngomel-ngomel di Facebook tapi tidak tahu cara lapor secara legal.

Jangan jadi orang kuno, sekarang zamannya fast response. Mulai 1 Januari 2026, kalau ada kejanggalan soal gaji, jangan cari dukun atau pasang status galau di WhatsApp. Langsung saja hubungi kanal resmi. Ada nomor WhatsApp khusus yang stand-by Posko Sumsel (Pengawas Muba) +62 812-7883-1140, terus ada di Posko Disnakertrans Muba: +62 813-6690-0084

Simpan nomor itu baik-baik. Lebih penting simpan nomor itu daripada simpan nomor mantan yang cuma bikin sedih.

Oleh sebab itu, tahun 2026 bukan cuma soal ganti tahun, tapi soal ganti nasib. Apalagi Pemkab Muba sudah kasih jembatan lewat angka upah yang manusiawi dan tugas kita sebagai warga? Ya.. tentu saja tingkatkan skill. Malu dong, gaji sudah naik, tapi kerja masih sering ngilang pas jam sibuk.

Jadi, intinya pemerintah sudah bekerja keras meramu angka, pengusaha diminta patuh mengikuti aturan, dan kita sebagai pekerja harus bayar balik dengan produktivitas yang makin gila (dalam artian positif). Jangan biarkan investasi lari gara-gara kita kurang rapi.

Mari, kita tutup tahun ini dengan doa, agar rezeki makin lancar, perusahaan makin jaya, dan isi dompet tidak lagi tipis kayak tisu dibagi dua.

Pepatah Muba Hari Ini “Mancing ikan di Sungai Musi, dapet gabus buat dipindang. Gaji naik sudah pasti, jangan malas mumpung lagi dipandang.”

Selamat Tahun Baru 2026! Muba maju, warganya bahagia, kerja boleh capek, tapi kantong harus tetap tebal!. (***)

Terpopuler

To Top