Infrastruktur & Transportasi

“Pelabuhan Tua Boom Baru Menuju Akhir Era”, Jika Palembang New Port Terwujud, Akankah Sukses Menggantikan Boom Baru?”

foto : ist

Sumselterkini.co.id, – Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat [Palembang New Port] sempat dicabut dari Proyek Strategis Nasional [PSN], karena beragam alasan, salah satunya penyelesaian lahan. Namun pada 2025 proyek tersebut masuk lagi PSN 2025 setelah pemerintah pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah [PP] No.12 tahun 2024.

Dalam rangka silaturahmi serta membangun sinergitas antar Forkopimda Sumsel, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru  (HD) menerima kunjungan Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr.Hanla., M.M., CRMP beserta jajaran. Kantor Gubernur Sumsel,  Jum’at (7/3/2025).

Dalam bincang silturahmi tersebut HD menyampaikan tentang  persiapan dan kesiapan dalam upaya memindahkan pelabuhan Boom Baru  ke Tanjung carat pada Proyek Strategis Nasional yakni Palembang New Port.

Ia melanjutkan Palembang New Port akan segera dilaksanakan di wilayah Sumsel, sehingga butuh persiapan serta peran Lanal Palembang pada pelaksanaannya nanti.

Diskusi yang berlangsung bukan hanya ajang silaturahmi biasa, tetapi juga momentum untuk membahas peran strategis Lanal Palembang dalam menjaga stabilitas keamanan perairan di tengah rencana besar pembangunan pelabuhan baru, karena pemindahan Pelabuhan Boom Baru ke Tanjung Carat merupakan  proyek strategis nasional Palembang New Port dan bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah transformasi besar dalam sektor maritim Sumatera Selatan.

“Kita ini punya rencana besar sebagai upaya memindahkan pelabuhan Boom baru karna banyaknya situasi dan kondisi yang sudah tidak memungkinkan lagi, memakan korban lalu lintas , adanya kedangkalan untuk kapal besar sehingga harus mempersiapkan infrastuktur, nah Lanal biasanya tidak jauh dari pelabuhan, Saya ingin mempersiapkan itu sehingga nanti sudah mulai sosialisasi dan mulai dijaga oleh Lanal”, harapnya.

Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Faisal, M.Tr.Hanla., M.M., CRMP menyampaikan sejalan dengan program pembangunan percepatan ekonomi yang ada di Sumsel pihaknya akan terus mendukung serta akan terus bersinergi dalam hal keamanan dan ketentraman di bidang kelautan.

“Kami memantau aliran sungai yang ada yang mana adanya operasi sungai 12 jam, kami melihat adanya kapal-kapal yang melintas di wilayah sungai musi sehingga kami mengusulkan adanya pengawalan 24 jam bagi kapal-kapal yang melintas, dalam hal pembangunan Palembang New Port kedepan kami siap dan segera menindaklanjuti,”tandasnya.

Bagi Kota Palembang, Boom Baru sudah berdampingan dengan Sungai Musi selama puluhan tahun, ia menjadi denyut nadi perdagangan dan distribusi logistik Sumatera Selatan. Dari sanalah berbagai komoditas strategis seperti karet, batubara, dan minyak sawit mentah (CPO) dikirim ke berbagai penjuru dunia. Namun, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan industri yang semakin besar, pelabuhan ini mulai menunjukkan keterbatasannya.

Masalah utama yang dihadapi adalah kondisi perairan yang semakin dangkal akibat sedimentasi alami di Sungai Musi. Akibatnya, kapal dengan bobot besar tidak bisa bersandar secara optimal, memaksa aktivitas bongkar muat menjadi lebih lambat dan kurang efisien. Selain itu, aktivitas pelabuhan yang berdekatan dengan kawasan padat penduduk juga memicu berbagai persoalan, mulai dari kemacetan parah hingga meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas akibat truk-truk kontainer yang berseliweran di jalan utama.

Oleh karena itu, Palembang New Port di Tanjung Carat hadir sebagai solusi. Pelabuhan ini dirancang sebagai fasilitas maritim modern dengan kedalaman perairan yang lebih memadai untuk kapal besar serta akses transportasi yang lebih baik. Namun, meski secara teknis proyek ini menjanjikan kemajuan, tantangan dalam implementasinya tetap harus diperhitungkan.

 

Perubahan besar

Palembang New Port merupakan langkah strategis yang berpotensi membawa perubahan besar bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi pelabuhan lama, seperti kedangkalan alur dan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di sekitar pelabuhan. Namun beberapa aspek penting harus diperhatikan untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan masalah baru.

Seperti Dampak Sosial dan Ekonomi : Pemindahan pelabuhan tentu berdampak bagi masyarakat sekitar Boom Baru yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas di pelabuhan. Ribuan pekerja di sektor bongkar muat, transportasi, dan perdagangan kecil berpotensi kehilangan mata pencaharian mereka.

Pemerintah harus menyiapkan solusi yang komprehensif, seperti pelatihan keterampilan dan alih profesi bagi pekerja yang terdampak, serta menciptakan peluang kerja baru di lokasi pelabuhan yang baru.

Kesiapan Infrastruktur Pendukung, meskipun proyek ini merupakan bagian dari strategi nasional, akan tetapi kesiapan infrastruktur seperti akses jalan, transportasi penghubung, dan fasilitas pendukung di Tanjung Carat perlu diperhatikan.

Jika infrastruktur pendukung tidak segera dibangun secara paralel, proyek ini justru bisa menciptakan hambatan baru dalam rantai distribusi, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi regional.

Kajian Lingkungan yang Mendalam, perpindahan pelabuhan tentu membawa dampak lingkungan, seperti perubahan ekosistem laut dan pesisir. Diperlukan kajian lingkungan yang mendalam agar proyek ini tidak merugikan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan. Selain itu, diperlukan kebijakan mitigasi yang jelas, seperti pembuatan kawasan konservasi atau program penghijauan di sekitar lokasi baru pelabuhan.

Pemerintah harus lebih aktif dalam menyosialisasikan rencana ini kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang terdampak langsung. Transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan akan mengurangi resistensi serta meningkatkan dukungan publik. Melibatkan komunitas lokal dalam setiap tahapan proyek juga dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.

Bagi pekerja dan pelaku usaha di sekitar Boom Baru, pemerintah perlu menawarkan skema relokasi atau program kompensasi yang adil. Pelatihan keterampilan, insentif usaha kecil, dan akses ke lapangan kerja baru harus menjadi bagian dari kebijakan ini agar dampak sosial negatif dapat diminimalkan.

Pemindahan Pelabuhan Boom Baru ke Tanjung Carat adalah langkah besar yang berpotensi meningkatkan efisiensi logistik dan pertumbuhan ekonomi Sumsel.

Dan jika  Palembang New Port berhasil dibangun tentu  menjadi lompatan besar bahkan game-changer bagi ekonomi Sumsel, tetapi kesuksesannya tidak hanya diukur dari berdirinya pelabuhan baru, melainkan juga dari bagaimana proyek ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kepentingan lingkungan dan sosial.

Bahkan bagaimana mewujudkan ambisi besar ini tanpa meninggalkan mereka yang telah lama menjadi bagian dari sejarah Boom Baru. Apakah Palembang New Port benar-benar akan menjadi solusi atau justru menimbulkan masalah baru? Hanya waktu yang akan menjawabnya.[***]

 

 

 

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com