Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Bikin Anak Ketawa Lagi, Psikolog Punya Cara Tak Biasa

Bikin Anak Ketawa Lagi, Psikolog Punya Cara Tak Biasa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 861
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI lokasi pengungsian, ada satu suara yang paling dirindukan setelah bencana,yaitu suara anak tertawa. Bukan suara genset, bukan pengumuman bantuan logistik, apalagi suara sirene. Ya.. tawa anak adalah tanda hidup, meski sempat jungkir balik, belum sepenuhnya menyerah.

Masalahnya, setelah bencana, apakah tawa itu sering ikut hanyut. Jawabnya yang tersisa cuma mata kosong, anak-anak yang tiba-tiba lebih pendiam dari biasanya, dan orang dewasa yang masih sibuk bertanya, “Yang penting kan selamat?” Ya, selamat, tapi kata selamat itu, ternyata belum tentu selesai.

Dari kisah itu, psikolog memiliki peran utama yang bisa bikin anak-anak tertawa lagi, psikolog  hadir ke pengungsian bukan dengan jas putih, dan bukan juga dengan daftar pertanyaan rumit, apalagi dengan wajah serius ala ujian skripsi. Mereka datang dengan cara yang tak biasa, untuk mengajak anak-anak bercerita, bermain, menggambar, dan ikut tertawa.

Kalau ada yang mengira psikolog ke pengungsian itu kerjanya duduk berhadap-hadapan sambil bertanya, “Kamu sedih ya?,” besar kemungkinan ia belum pernah melihat langsung praktiknya. Di lapangan, psikolog lebih sering jongkok di lantai, ikut main, bahkan kalah di permainan anak-anak. Kadang mereka bukan terlihat seperti tenaga kesehatan, tapi kayak kakak sepupu yang datang bawa cerita.

Anak-anak korban bencana sering kali tidak tahu bagaimana cara menjelaskan rasa takutnya. Mereka tidak punya kosakata untuk berkata, “Saya trauma kehilangan rumah” yang mereka punya hanyalah perilaku  mendadak takut suara keras, susah tidur, gampang menangis, atau justru tertawa berlebihan tapi kosong. Trauma, pada anak-anak, tidaklah selalu datang sambil menangis, kadang justru datang sambil diam.

Kementerian Kesehatan menyadari satu hal penting dalam bencana tidak cuma melukai badan, tapi juga mengacak-acak batin. Oleh karena  itu, setiap pengiriman relawan kesehatan disertai puluhan psikolog klinis. Mereka bertugas melakukan pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak, agar luka yang tidak kelihatan ini tidak tumbuh menjadi masalah panjang.

Logikanya begini luka fisik bisa dijahit, tulang yang patah bisa digips, namun luka di kepala dan hati, kalau dibiarkan, bisa jadi bekas seumur hidup. Trauma yang tidak ditangani itu seperti luka kecil yang kelihatan sepele, tapi dibiarkan kotor, dan  pelan-pelan infeksi, itu ibaratnya.

Pendekatan psikolog di pengungsian ini juga mematahkan mitos lama, kesehatan jiwa itu urusan belakangan. Selama ini, kita sering berpikir, “Nanti saja urusan mental, yang penting perut kenyang dulu.” itu salah besar padahal, anak yang perutnya kenyang tapi kepalanya penuh ketakutan, tetap tidak bisa tumbuh dengan utuh.

Indikator pemulihan

Yang menarik, cara para psikolog ini sering kali sederhana, bahkan kelihatan sepele. Main tebak gambar, mendongeng dan  bernyanyi. Tapi dari situ, anak-anak mulai merasa aman lagi. Mulai percaya dunia tidak sepenuhnya runtuh bahkan  mereka percaya masih ada orang dewasa yang mau duduk sejajar dengan mereka, bukan cuma memberi perintah dari atas.

Di pengungsian, tawa anak bukan sekadar hiburan. Ia adalah indikator pemulihan, sebab ketika anak mulai berani tertawa, artinya ia mulai merasa aman. Ketika ia berani bermain, artinya ia mulai percaya. Dan ketika ia percaya, pemulihan bisa dimulai.

Upaya ini tentu tidak berdiri sendiri. Pemulihan kesehatan jiwa dilakukan beriringan dengan layanan kesehatan fisik dan dukungan lintas sektor. Bahkan tokoh publik dilibatkan, bukan sekadar untuk foto, tapi untuk menciptakan suasana positif. Karena suasana pengungsian yang muram berkepanjangan itu seperti hujan tanpa jeda melelahkan dan menggerogoti.

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI dalam keterangan rilis dilaman resmi kemkes menjelaskan yang dibereskan bukan hanya fisik, tapi juga jiwa. Pernyataan ini penting, bukan karena terdengar indah, tapi karena menggeser cara pandang kita soal pemulihan bencana. Bahwa bangkit itu bukan cuma soal rumah berdiri lagi, tapi juga soal pikiran yang tidak terus-menerus dihantui rasa takut.

Kita sering lupa, anak-anak hari ini adalah orang dewasa di masa depan. Trauma yang mereka simpan sekarang bisa muncul bertahun-tahun kemudian dalam bentuk kecemasan, kemarahan, atau rasa tidak aman yang sulit dijelaskan. Maka ketika psikolog datang ke pengungsian dan hanya mengajak anak tertawa, sesungguhnya mereka sedang menyelamatkan masa depan.

Bencana memang merusak banyak hal, seperti rumah, jalan, dan rutinitas hidup, namun yang paling berbahaya adalah jika bencana juga merusak rasa aman di kepala anak-anak, oleh sebab itu  langkah Kemenkes menghadirkan psikolog ke pengungsian bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan.

Ketika anak-anak bisa tertawa lagi, itu bukan tanda mereka lupa bencana. Itu tanda mereka mulai berdamai dengannya, kita patut mengapresiasi mereka yang diam-diam sibuk membangun ulang hati, sebab, bangsa yang sehat bukan hanya yang warganya selamat, tapi yang jiwanya juga pulih. Terkadang juga, pemulihan itu dimulai dari hal paling sederhana yaitu keceriahan seorang anak yang kembali bisa tertawa. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Babel Minta Bupati –Walkot Dorong UMKM Gunakan QRIS Bank SumselBabel

    Gubernur Babel Minta Bupati –Walkot Dorong UMKM Gunakan QRIS Bank SumselBabel

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung [Babel] Erzaldi Rosman Djohan meminta kepala daerah di Bangka-Belitung mendorong UMKM dan masyarakat gunakan layanan QRIS Bank Sumsel Babel [BSB], guna mempermudah melakukan transaksi. Menurut, layanan QRIS BSB sangat menguntungkan, apalagi dimasa pandemik COVID-19, pembayaran non tunai sangat diharuskan. “Silahkan kepala daerah [Walkot dan Bupati] dorong masyarakat, terutama yang bergerak di […]

  • Istri Bupati Ajak Para Ibu Paham Pentingnya Toga

    Istri Bupati Ajak Para Ibu Paham Pentingnya Toga

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    PENASEHAT Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Hj Thia Yufada Dodi Reza menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Muba menjadi salah satu daerah yang menjadi korban kabut asap dan berdampak munculnya penyakit yang tidak di inginkan. “Walaupun demikian kondisi, kita semua tabu tidak ada masalah yang tidak ada penyelesaian, untuk itulah perlu kreativitas dan inovasi […]

  • Pasar Murah Berulang, Mengapa Urusan Perut Rakyat Tak Kunjung Tuntas?

    Pasar Murah Berulang, Mengapa Urusan Perut Rakyat Tak Kunjung Tuntas?

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PASAR murah kerap menjadi salah satu langkah pemerintah guna membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Ketika harga beras, minyak goreng, cabai, bawang, telur, dan daging ayam meningkat, kehadiran pasar murah tentu memberi ruang bagi masyarakat untuk berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selisih harga beberapa ribu rupiah saja dapat berarti […]

  • gubernur-sumsel-buka-ajang-asian-triathlon-championship

    Gubernur Sumsel Buka Ajang Asian Triathlon Championship

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.534
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersama dengan Presiden International Triathlon Union (ITU) Marisol Casado dan Presiden Asian Triathlon Championship (ASTC) Justin Sukwon Park secara resmi membuka ajang Asian Triathlon Championship.

  • Berkat KB, Angka Pertumbuhan Penduduk Palembang Turun

    Berkat KB, Angka Pertumbuhan Penduduk Palembang Turun

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    Cita DPPKB ini bisa berjalan lancar dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat sehingga menjadikan keluarga yang berkwalitas. 

  • Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Di Tungkal Ilir

    Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Di Tungkal Ilir

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.675
    • 0Komentar

    KURANG dari 1×24 jam, Kepolisian Sektor Tungkal Ilir, berhasil meringkus dan mengamankan pelaku pembunuhan terhadap Jamili (27), korban pembunuhan yang tewas mengenaskan di Tapal Batas Kampung 5, Dusun Penuduan Laut, Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, sekira pukul 12.00 wib, Selasa (12/5/2020). Informasi yang dirangkum dari Bidang Humas Polsek Tungkal Ilir, korban Jamili, merupakan […]

expand_less
WordPress Archive Mindity – Psychologist Teraphist Elementor Template Kit Mindly – Psychology, Therapy & Counseling Elementor Template Kit Mindtech – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Mindwellness – Psychology and Counseling WordPress Theme Mine Flipbook WordPress Plugin Minera - Minimalist WooCommerce WordPress Theme Minera Skincare & Dermatology Elementor Template Kit Minerale – Bottled Drinking Water Elementor Template Kit MinervaKB Knowledge Base for WordPress with Analytics Minet – Minimalist eCommerce WordPress Theme