Ekonomi

Tips Perhiasan Emas Agar Tetap Stylish dan Terjangkau

ilustrasi

Sumselterkini.co.id, – Kenaikan harga emas global dalam beberapa bulan terakhir membuat banyak orang berpikir dua kali sebelum membeli perhiasan. Meski demikian, industri perhiasan di Indonesia terus berinovasi agar produk tetap menarik, modern, dan bisa dijangkau konsumen.

Para pengrajin menghadapi tantangan ini dengan strategi kreatif, menyesuaikan kadar emas, memodifikasi desain, dan menawarkan variasi produk yang fleksibel.

Dengan pendekatan ini, konsumen tetap bisa membeli perhiasan yang stylish tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan, sekaligus pengrajin dapat menjaga daya saing industri nasional.

Berikut beberapa tips yang banyak diterapkan pengrajin perhiasan agar tetap stylish dan terjangkau:

1. Pilih Perhiasan Ringan dan Nyaman

Kalung, cincin, atau gelang kini banyak dibuat lebih ringan. Perhiasan ringan tetap terlihat mewah, namun harga bisa ditekan. Selain itu, perhiasan ringan lebih nyaman dipakai sehari-hari tanpa membuat jari atau leher terasa sesak. Strategi ini memungkinkan konsumen tetap membeli perhiasan meski harga emas sedang tinggi.

2. Kadar Karat Bersahabat

Alih-alih memakai emas 24 karat, banyak produk beralih ke 18K atau 14K. Kilau emas tetap terlihat, namun harga lebih terjangkau. Dengan kadar karat yang bersahabat, konsumen bisa memakai perhiasan setiap hari tanpa harus merogoh kantong terlalu dalam.

3. Desain Kreatif dan Anti-Mainstream

Naik-turunnya harga emas mendorong pengrajin bereksperimen dengan desain unik. Contohnya, gelang tipis bertumpuk, cincin multi-layer, atau kalung dengan charm mini. Desain menarik ini membuat perhiasan terlihat premium meski bahan emasnya lebih sedikit. Strategi ini juga memberi konsumen pilihan yang berbeda dan personal.

4. Kombinasi Emas dan Batu Mulia

Beberapa produk menempatkan batu mulia sebagai fokus utama, sementara emas digunakan tipis sebagai rangka. Dengan cara ini, tampilan perhiasan tetap glamor, namun harga lebih bersahabat. Konsumen bisa berinvestasi gaya tanpa menguras anggaran, sementara pengrajin tetap menjaga nilai tambah produk.

5. Mini Edition dan Custom Order

Pengrajin semakin kreatif menghadirkan koleksi mini edition atau produk custom sesuai permintaan konsumen. Pilihan desain, ukuran, dan kadar bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial. Strategi ini membuat perhiasan tetap eksklusif, unik, dan terjangkau.

Seorang pengrajin di Yogyakarta mengatakan, “Kami tidak hanya mengejar tren, tapi juga memastikan perhiasan tetap terjangkau. Kadar turun, tapi hati pelanggan tetap senang.”

Di sisi kebijakan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laman resmi Kemenperin menekankan kenaikan harga emas bisa menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional.

Menurutnya, kebijakan yang mendorong transparansi, integrasi peredaran emas, dan dukungan pembiayaan akan memastikan industri tetap sehat, pasokan bahan baku terjamin, dan manfaat ekonomi bagi negara serta pengrajin optimal.

Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menegaskan bahwa industri perhiasan nasional masih memiliki potensi besar.

“Industri ini didukung lebih dari 500 pelaku usaha dan sekitar 30.000 toko emas di seluruh Indonesia,” ujar Reni. Ia menambahkan, kontribusi ekspor sektor ini dari Januari hingga November 2025 mencapai USD 8,47 miliar, menunjukkan  meski harga emas naik, industri perhiasan tetap menjadi tulang punggung ekonomi kreatif nasional.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kreativitas pengrajin, jelas  perhiasan Indonesia bisa tetap stylish, eksklusif, dan terjangkau, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. (***)

To Top