Ekonomi

SPHP Jagung Naik 5 Kali Lipat, Harga Telur Dijaga

foto : ilustrasi/badanpangan

Sumselterkini.co.id – Pemerintah menaikkan target penyaluran jagung pakan hampir lima kali lipat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah antisipasi agar harga telur dan daging ayam tidak melonjak saat konsumsi masyarakat meningkat.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung tahun 2026 ditargetkan mencapai 242 ribu ton. Angka ini melonjak tajam dibanding realisasi tahun 2025 yang hanya 51,2 ribu ton dan menyasar 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Lonjakan volume itu bukan tanpa alasan. Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi bahan pangan, termasuk telur dan daging ayam. Jagung merupakan komponen utama pakan unggas. Ketika harga jagung naik, biaya produksi peternak ikut terdorong, dan efek akhirnya terasa di pasar.

Dengan anggaran Rp 678 miliar, pemerintah berharap distribusi jagung bersubsidi bisa menjaga biaya pakan tetap terkendali. Jika biaya produksi stabil, harga telur di tingkat konsumen pun diharapkan tidak mengalami gejolak signifikan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi lebih luas pemerintah menjaga stabilitas pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Selain jagung, program SPHP beras juga kembali dilanjutkan pada Maret dengan skema distribusi lebih selektif, terutama untuk daerah yang defisit produksi.

Data inflasi pangan menunjukkan tekanan harga relatif terkendali menjelang Ramadan tahun ini. Inflasi komponen pangan secara tahunan tercatat 1,14 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2023 sebesar 7,62 persen dan 2024 yang mencapai 8,47 persen.

Kenaikan target SPHP jagung hampir lima kali lipat tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tak ingin kecolongan pada komoditas protein hewani. Telur ayam ras selama ini termasuk komoditas yang sensitif terhadap fluktuasi harga pakan.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, mengatakan intervensi jagung difokuskan untuk membantu peternak layer mandiri agar biaya pakan tetap terkendali.

Sementara Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah menargetkan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri tetap stabil, bahkan lebih baik dibanding periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat persiapan HBKN 1447 Hijriah dan dimuat dalam keterangan resmi di laman Badan Pangan Nasional. Pemerintah memastikan intervensi dilakukan lebih dini untuk mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen. (***)

To Top