Ekonomi

Polandia Jadi Gerbang Ekspor Kopi dan Cokelat Indonesia ke Eropa Tengah

Foto : kemlu.go.id

Sumselterkini.co.id – Indonesia memanfaatkan momentum pertumbuhan pasar kopi dan cokelat premium di Polandia untuk memperkuat ekspor ke Eropa Tengah. Negara ini kini menjadi hub strategis bagi produk Indonesia yang ingin menembus pasar Uni Eropa bagian timur. Tren meningkatnya konsumsi specialty coffee dan cokelat berkualitas membuka peluang nyata bagi eksportir lokal.

Perdagangan bilateral Indonesia–Polandia meningkat 8,6 persen dalam lima tahun terakhir. Nilai ekspor kopi Indonesia, termasuk olahan dan cangkang kopi, mencapai sekitar US$417.170 dari total kategori kopi, teh, mate, dan rempah senilai US$6,12 juta. Ekspor cokelat dan produk kakao Indonesia pada 2024 tercatat sebesar US$5,68 juta. Angka ini menegaskan bahwa Polandia bukan sekadar pasar, melainkan pintu masuk strategis ke Eropa Tengah dan Timur.

Posisi geografis Polandia yang strategis dan konektivitas logistik yang kuat mempermudah distribusi produk Indonesia. Banyak roastery lokal dan perusahaan distribusi kini menambahkan kopi Indonesia ke portofolio mereka, memanfaatkan daya tarik rasa khas Nusantara yang berbeda dari kopi Eropa dan Amerika Latin. “Kopi Indonesia memiliki karakter unik yang menarik bagi konsumen Polandia, dan produk kami langsung mendapat respons positif sejak pertama kali diperkenalkan,” kata Simon, perwakilan Podkawa, roastery kopi Indonesia di Warsawa.

Permintaan tinggi untuk specialty coffee, single origin, dan cokelat premium di Polandia mendorong eksportir Indonesia menyesuaikan produksi, kualitas, dan branding. Produk kopi dari Flores, Gayo, Mandailing, Bali, Sumba, hingga Jawa kini mulai tersedia di toko specialty dan kafe, meningkatkan penetrasi pasar dan nilai ekspor nasional. Tren specialty coffee Polandia tumbuh sekitar 12 persen per tahun, sementara segmen cokelat premium naik 15 persen, mencerminkan peluang ekspor yang signifikan.

Strategi ini juga membuka akses ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya, seperti Republik Ceko, Slovakia, dan Hungaria. Efisiensi logistik, kecepatan pengiriman, dan biaya yang lebih rendah membuat Polandia ideal sebagai hub distribusi regional bagi eksportir Indonesia. Para pelaku industri menekankan bahwa keberhasilan jangka panjang bergantung pada konsistensi kualitas, edukasi konsumen, dan adaptasi terhadap tren lokal.

Selain keuntungan ekonomi, penetrasi produk Indonesia juga membangun brand recognition di pasar Eropa. Konsumen Polandia semakin mengenal kopi dan cokelat Indonesia sebagai produk premium dengan profil rasa khas, aroma unik, dan kualitas biji yang stabil. Justyna, pengusaha cokelat lokal, menekankan bahwa nuansa buah pada cokelat Indonesia menjadi faktor diferensiasi yang diminati konsumen Polandia.

KBRI Warsawa memainkan peran strategis dengan mendukung eksportir membangun jaringan dengan importir dan roastery lokal. Dukungan diplomasi ekonomi ini memfasilitasi interaksi bisnis dan memperkuat peluang distribusi, sekaligus memastikan produk Indonesia tetap tersedia di pasar. Kesempatan partisipasi dalam festival dan pertemuan industri memberikan eksposur langsung, meski bukan inti strategi.

“Kami melihat Polandia sebagai pasar strategis yang potensial untuk kopi dan cokelat premium Indonesia. Dukungan diplomasi ekonomi membantu eksportir menjalin koneksi langsung dengan importir lokal,” kata Agus Heryana, Kuasa Usaha Ad Interim RI di Warsawa, mengutip laman resmi Kementerian Luar Negeri. Pernyataan ini menegaskan peran aktif KBRI dalam memastikan produk Indonesia bisa menembus pasar Eropa secara berkelanjutan.

Dengan fokus pada strategi ekspor dan penetrasi pasar, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemasok kopi dan cokelat premium yang kompetitif di Eropa Tengah. Tren positif ini memberi peluang bagi pengusaha lokal meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat ekonomi nasional melalui perdagangan global. (***)

To Top