Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Cabai Naik, Dompet Menjerit, Akhirnya Rakyat yang Puasa Duluan!”

“Cabai Naik, Dompet Menjerit, Akhirnya Rakyat yang Puasa Duluan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 3.033
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HARGA cabai merah belakangan ini udah kayak sinetron Ramadan  penuh drama, bikin deg-degan, dan selalu naik menjelang tanggal tua. Emak-emak di pasar mulai hafal kalau harga cabai tembus Rp80 ribu, artinya bukan cuma sambal yang pedas, tapi juga emosi suami di rumah, separuh upah harian buruh informal. Mau beli beras atau cabai?.

Sementara itu, di sisi lain layar Zoom, pejabat-pejabat kita juga gak kalah sibuk. Sekda Sumsel, H. Edward Candra, ikut Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025 bareng Kementerian Dalam Negeri. Rapatnya daring, tapi topiknya panas, gimana caranya biar harga bahan pokok gak terus bikin rakyat senam jantung tiap belanja sayur.

Sekjen Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir, bahkan udah wanti-wanti, “Cari tahu penyebab inflasi, jangan cuma catat angkanya!”
Kalimatnya sederhana, tapi dalem, bro. Soalnya selama ini, kalau harga naik, laporan cepat disusun, rapat cepat digelar, tapi harga di pasar masih aja naiknya lebih cepat dari doa.

Di lapangan, rakyat bukan sibuk nyusun data, tapi sibuk nyari cabai yang masih waras harganya. Kadang harga beras naik, bawang merah nyusul, minyak goreng pura-pura stabil tapi stoknya hilang.
Akhirnya, rakyat cuma bisa senyum getir sambil bilang, “Yowes, yang penting masih bisa beli garam buat rasa hidup”. hahaha

Padahal menurut laporan BPS, ekonomi kita tumbuh 5,04 persen. Tapi entah kenapa, pertumbuhan itu gak sampai ke dapur. Kayaknya cuma angka di layar yang tumbuh, sementara isi dompet malah kering kerontang kayak daun jambu di musim kemarau.

Pemerintah daerah memang udah rajin bikin operasi pasar. Tapi kadang, yang dioperasi cuma tampilan  bukan masalahnya. Ada pejabat datang, nanya harga cabai, foto bareng pedagang, lalu unggah di media sosial dengan caption, “Harga terkendali”.
Padahal di pasar sebelah, harga udah naik lagi.

Inflasi itu gak bisa disembuhkan dengan konten. Harus dengan tindakan nyata. Pemerintah perlu turun ke akar  bantu petani cabai dari bibit sampai distribusi, bukan cuma datang pas harga udah keburu “mendidih”. Karena kalau urusan pangan terus ditangani dengan gaya reaktif, rakyat keburu lapar duluan sebelum solusi datang.

Yang lucu, tiap kali inflasi naik, yang disalahkan selalu “cuaca”, “pasokan terganggu”, atau “distribusi terhambat”. Tapi jarang ada yang bilang, “Kita kurang manajemen”.
Padahal, yang bikin rakyat kepanasan bukan cuma matahari, tapi juga harga pasar yang makin menyengat.

Kita ini bangsa yang kaya tanah, tapi kadang miskin perencanaan. Cabai bisa tumbuh di halaman, tapi di kota besar bisa jadi barang mewah. Ironi kan?

Rakyat kecil gak minta banyak, bro. Cuma pengin harga beras gak bikin cemas, harga cabai gak bikin stres, dan harga minyak goreng gak bikin nangis.
Semoga rapat-rapat besar yang dihadiri pejabat itu gak berhenti di layar laptop, tapi nyampe ke dapur rakyat.

Karena kalau inflasi masih jadi tamu langganan tiap tahun, jangan-jangan nanti rakyat beneran puasa bukan karena ibadah, tapi karena dompetnya udah lebih dulu kosong.

Mengendalikan inflasi bukan cuma urusan angka di laporan, tapi soal rasa kemanusiaan di meja makan. Kalau dapur rakyat tenang, baru negara bisa bilang ekonomi kita sehat, bukan sekadar catatan rapat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba punya cara sendiri untuk angkat UMKM, apa tuh !

    Muba punya cara sendiri untuk angkat UMKM, apa tuh !

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Tak lama lagi Kabupaten Muba menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini digelar pada  3-10 Mei 2024 mendatang, dan dinyakini juga dapat mempromosikan UMKM di Muba.Selain harapannya  MTQ sukses dan dapat mempromisikan UMKM daerah. Sekda Muba Apriyadi Mahmud didampingi Kepala OPD Pemkab Muba, Rabu (24/4/2024) mengecek langsung persiapan […]

  • Masyarakat Antusias Sambut Kehadiran Pj Ketua TP PKK Muba 

    Masyarakat Antusias Sambut Kehadiran Pj Ketua TP PKK Muba 

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, LALAN, MUBA- Ratusan masyarakat kecamatan Lalan sangat antusias menyambut kehadiran istri orang nomor satu di Kabupaten Muba Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muba Hj Asna Aini Apriyadi yang sekaligus sebagai Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Rabu (26/07/2023). Kunjungan kerjanya ini dalam rangka melakukan pengukuhan pengurus badan kontak majelis Taq’lim (BKMT) Kecamatan Lalan […]

  • R&I Kembali Pertahankan Sovereign Credit Rating RI pada BBB+

    R&I Kembali Pertahankan Sovereign Credit Rating RI pada BBB+

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 589
    • 0Komentar

    LEMBAGA Pemeringkat Rating and Investment Information, Inc. (R&I) kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ (Investment Grade) dengan outlook stabil pada 4 Juli 2022.  Keputusan ini mempertimbangkan terjaganya stabilitas eksternal Indonesia yang didukung oleh momentum pemulihan ekonomi yang terus berlanjut dan perbaikan postur fiskal. R&I melihat kebijakan moneter masih memiliki ruang di tengah inflasi yang meningkat secara gradual, dan perbaikan fiskal […]

  • Dampak COVID-19, Wawako Minta Bulog  Perbaikan Kemasan Sembako

    Dampak COVID-19, Wawako Minta Bulog  Perbaikan Kemasan Sembako

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    WAWAKO Palembang Fitrianti Agustinda, meminta Perum Bulog Divisi Regional Sumsel  memperbaikan sistem kemasan sembako untuk masyarakat terdampak COVID-19. Menurutnya saat ini masih banyak kesalahan data sehingga terkesan tak tepat sasaran. Oleh sebab itu sistem agar  tertata rapi. Saat ini ada sekitar  49 ribu sembako yang telah dipersiapkan untuk masyarakat yang terdampak COVID019. “Makanya saya sengaja […]

  • KEMALA Inisiasi Webinar bersama Bunda Baca

    KEMALA Inisiasi Webinar bersama Bunda Baca

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    MASALAH minat baca sampai saat ini masih menjadi tema yang cukup aktual, tema ini sering dijadikan topik pertemuan ilmiah dan diakusi oleh para pemerhati dan para pakar yang peduli terhadap perkembangan minat baca di Indonesia. Permasalahan yang dirasakan bangsa Indonesia sampai saat ini, adanya data temuan penelitian dan pengamatan menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia relatif […]

  • Ini Manfaat Bendungan, Mampu Tingkatkan Ketahanan Pangan

    Ini Manfaat Bendungan, Mampu Tingkatkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 597
    • 0Komentar
expand_less
WordPress Archive Boxcar – Automotive & Car Dealer WordPress Theme Boxernia – Boxing School & Martial Arts Elementor Template Kit BoxOffice – Ticket, Concert & Event WordPress Theme BoxShop – Responsive WooCommerce WordPress Theme Brabus | Contemporary Portfolio Theme for Agencies Bradco – Business Elementor Template Kit Braga – Fashion Theme for WooCommerce WordPress BrainBizz – Finance & Business WordPress Theme Braintech – Technology & IT Solutions WordPress Theme Braise – Recipe & Food Blog WordPress Theme