Ekonomi

Saat Harga Naik, Bazar Ramadhan Jadi Andalan Warga

ist

MEMASUKI pertengahan bulan suci, suasana di halaman kantor Setda Palembang mendadak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada juga yang sengaja mengajak teman atau keluarga.

Bukan tanpa alasan. Di tengah harga kebutuhan pokok yang cenderung merangkak naik selama Ramadhan, kabar soal bazar murah cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Pemerintah Kota Palembang melalui Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang kembali menggelar Bazar Ramadhan 2026. Kegiatan ini memang rutin diadakan, tapi setiap tahunnya selalu punya cerita yang berbeda terutama soal antusiasme warga.

Seorang pengunjung terlihat sibuk memilih beberapa kebutuhan dapur. Sesekali ia membandingkan harga, lalu tersenyum kecil. Selisihnya mungkin tidak terlalu besar bagi sebagian orang, tapi cukup berarti bagi mereka yang harus mengatur pengeluaran selama sebulan penuh.

Di momen seperti inilah bazar murah terasa lebih dari sekadar tempat belanja.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang membuka langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa bazar ini hadir sebagai bentuk kepedulian di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.

Menurutnya, bulan suci bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan sosial, termasuk daya beli masyarakat.

“Bazar ini menjadi salah satu upaya membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Namun jika melihat langsung ke lapangan, yang terjadi tidak sekadar transaksi jual beli. Ada interaksi, ada obrolan ringan antara penjual dan pembeli, bahkan ada rasa kebersamaan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Menariknya, bazar ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Berbagai produk dari UMKM ikut meramaikan stan yang tersedia. Mulai dari bahan pangan hingga produk olahan, semuanya ditawarkan dengan harga yang bersaing.

Bagi sebagian pelaku usaha kecil, momen seperti ini bukan hanya soal penjualan, tapi juga kesempatan memperkenalkan produk mereka ke lebih banyak orang.

Ketua DWP Kota Palembang, Ida Royani, menjelaskan  kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan. Tujuannya tetap sama: menghadirkan manfaat nyata di bulan Ramadhan.

Menurutnya, bazar ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih ramah, tetapi juga mempererat hubungan antara pengurus, anggota, dan warga.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi produk lokal agar lebih dikenal,” ujarnya.

Peran perempuan dalam kegiatan ini juga terasa cukup kuat. Tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga. Dari balik meja stan hingga proses distribusi, keterlibatan mereka terlihat nyata.

Di tengah tantangan ekonomi yang tidak selalu stabil, langkah-langkah kecil seperti ini justru punya dampak besar.

Menjelang siang, keramaian belum juga surut. Warga terus berdatangan, sebagian membawa kantong belanja yang mulai terisi. Wajah-wajah puas terlihat sederhana, tapi cukup menggambarkan bahwa bazar ini benar-benar membantu.

Ramadhan memang selalu identik dengan kenaikan kebutuhan. Tapi di sisi lain, momen ini juga membuka ruang bagi banyak pihak untuk saling menguatkan.

Bazar mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun bagi warga yang merasakan manfaatnya, dampaknya bisa jauh lebih lama.

Di tengah harga yang terus bergerak, kehadiran bazar seperti ini menjadi semacam “penyeimbang”. Bukan solusi besar, tapi cukup untuk membuat banyak orang bernapas sedikit lebih lega.

Dan di bulan yang penuh makna ini, rasa lega itu sering kali jadi hal yang paling dicari. (***)

To Top