PROSES seleksi Direksi Petro Muba kini memasuki tahap akhir, panitia seleksi telah menjalankan berbagai tahapan, termasuk Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK).
Dari proses itu, tiga kandidat melaju ke tahap wawancara bersama Wakil Bupati Musi Banyuasin. Ketiganya adalah Roesadi Wiseputra, K.A. Defriansyah, dan A. Sumadi.
Tahap ini menjadi penentu sebelum pemerintah daerah menetapkan Direksi Petro Muba yang baru.
Karena itu, publik tentu menaruh perhatian pada proses ini. Jabatan direksi bukan sekadar posisi manajerial, tetapi amanah besar untuk mengelola perusahaan milik daerah.
Sebagai BUMD di sektor energi, Petro Muba memegang peran penting bagi Kabupaten Musi Banyuasin.
Perusahaan ini mengelola potensi sumber daya daerah. Selain itu, Petro Muba juga diharapkan memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan pengelolaan yang profesional, Petro Muba bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Sebaliknya, tanpa manajemen yang kuat, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.
Maka, seleksi Direksi Petro Muba tidak boleh dipandang sebagai proses administratif semata. Proses ini harus menghasilkan figur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki visi bisnis yang jelas.
Panitia Seleksi menyatakan seluruh tahapan berjalan secara transparan dan objektif.
Pernyataan ini tentu patut diapresiasi, transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMD.
Namun demikian, publik juga berharap proses ini benar-benar melahirkan pemimpin terbaik bagi Petro Muba. Harapan ini wajar karena masa depan perusahaan daerah sangat bergantung pada kualitas kepemimpinannya.
Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan hal tersebut. BUMD yang dipimpin manajemen profesional mampu berkembang dan memberi kontribusi besar bagi daerah.
Sebaliknya, perusahaan daerah dengan tata kelola lemah sering kali tidak berkembang maksimal.
Oleh sebab itu, tahap wawancara bersama Wakil Bupati Musi Banyuasin menjadi momen penting. Pada tahap ini, para kandidat perlu menunjukkan gagasan yang jelas dan terukur.
Publik tentu ingin mengetahui visi mereka bagi Petro Muba. Bagaimana strategi meningkatkan kinerja perusahaan? Bagaimana memanfaatkan potensi energi daerah? Dan bagaimana memastikan tata kelola perusahaan berjalan transparan serta akuntabel?
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan menunjukkan kesiapan para kandidat, dan dari sinilah publik bisa menilai siapa yang paling layak memimpin Petro Muba.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memegang tanggung jawab besar dalam proses ini.
Keputusan yang diambil tidak hanya menentukan arah manajemen perusahaan, keputusan tersebut juga mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMD.
Apalagi soal profesionalisme yang harus menjadi pertimbangan utama.
Sebab, direksi yang terpilih nantinya harus mampu memperkuat tata kelola perusahaan, mereka juga harus meningkatkan kinerja bisnis dan memastikan Petro Muba memberi manfaat nyata bagi daerah.
Oleh karena itu, keberhasilan sebuah BUMD tidak hanya ditentukan besarnya potensi yang dimiliki, namun sebaliknya keberhasilan juga bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengelola potensi tersebut secara profesional.
Kini publik menunggu hasil akhir seleksi Direksi Petro Muba, dari tiga kandidat yang tersisa, harapannya sederhana. Semoga terpilih sosok yang paling layak memimpin Petro Muba dan membawa perusahaan daerah ini berkembang lebih kuat bagi Musi Banyuasin. (***)