Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat, dari Kolong Jembatan ke Kolong Langit Indonesia Emas

Sekolah Rakyat, dari Kolong Jembatan ke Kolong Langit Indonesia Emas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
  • visibility 713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau dulu, anak-anak miskin banyak yang ‘bersekolah’ di jalanan duduk di emperan, menggambar pakai arang, dan hafal lagu pengamen lebih cepat dari rumus matematikakini muncul harapan baru lewat gebrakan bernama Sekolah Rakyat. Jangan bayangkan ini seperti sekolah biasa. Ini bukan sekadar bangunan berisi papan tulis dan absen hari Senin, tapi sebuah hajatan nasional untuk memuliakan wong cilik agar kelak bisa ikut memegang obor Indonesia Emas 2045.

Gagasan ini begitu radikal dan manis, seperti nonton sinetron tapi tanpa adegan ditampar mertua. Digarap oleh Kementerian Sosial, didukung penuh oleh Kemendagri, dan dipayungi langsung oleh visi Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ibarat kost-kostan masa depan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, lengkap dengan pendidikan karakter, asrama, dan (yang tak kalah penting) harapan.

Dan ini bukan mimpi di siang bolong. Sudah ada 356 usulan lokasi, dengan target 200 titik dibangun tahun ini, dan 53 di antaranya siap jadi rumah belajar anak-anak kita pada tahun ajaran 2025/2026. Tapi seperti masak rendang, tak cukup bumbu dan api perlu kompor gas lokal, alias dukungan pemerintah daerah.

Menteri Tito tegas-tegas bilang, lahan sengketa? Coret. Tanah kosong tanpa status hukum jelas? Coret juga. Yang bisa lanjut hanya tanah siap pakai, legal, dan kalau bisa udah ada gedungnya. Kalau bisa juga ada AC-nya sekalian, tapi itu bonus. Jadi, wahai bupati, wali kota, gubernur, inilah waktunya unjuk gigi. Tak cukup sekadar ngetwit dukungan, tapi harus siap sedia warisan tanah dinas buat jadi pondasi generasi emas.

Karena kalau pemerintah daerah cuek, program ini bisa jeblok seperti ujian matematika di hari puasa.

Model pendidikan ini sebetulnya bukan hal baru di dunia. Banyak negara pernah menerapkan pendidikan khusus untuk kelompok masyarakat marjinal. Di Brazil, misalnya, ada gerakan Escola Popular, sekolah rakyat yang tumbuh dari semangat komunitas untuk mendobrak ketimpangan pendidikan. Di Kenya, sistem Alternative Basic Education memungkinkan anak-anak miskin belajar lewat model non-formal yang fleksibel tapi tetap berkualitas.

India punya Navodaya Vidyalaya, sekolah asrama untuk anak berbakat dari pedesaan. Bedanya, Sekolah Rakyat Indonesia bukan cuma untuk anak pintar, tapi juga anak miskin yang ingin punya masa depan. Jadi ini bukan elitisme pendidikan, tapi humanisme terstruktur. Dan itu keren.

Format berasrama Sekolah Rakyat mungkin bikin anak-anak sempat deg-degan “Duh, tinggal jauh dari emak, bisa kuat enggak ya?” Tapi justru di sinilah rahasianya: mereka tidak cuma diajari calistung, tapi juga diajari bagaimana bangun subuh tanpa disuruh emak, belajar gotong-royong tanpa disuruh pak RT, dan menjadi manusia tangguh tanpa harus jadi superhero.

Orang tua pun diajak ikut serta. Ini bukan sistem titip anak, tapi sistem kaderisasi keluarga. Orang tua mesti berkomitmen mendampingi. Karena memutus rantai kemiskinan butuh lebih dari sekadar buku tulis dan papan absenperlu keluarga yang siap berjuang bersama.

Program Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata keberpihakan negara pada kelompok yang selama ini sering disebut dalam pidato tapi jarang disentuh dalam kebijakan. Maka, dukungan pemerintah daerah harus total. Jangan sampai niat baik ini mandek karena alasan teknis, apalagi alasan politis. Jangan sampai anak-anak gagal punya sekolah cuma karena surat tanah nyangkut di laci camat.

Kita butuh lebih dari gedung dan kurikulum kita butuh semangat kolektif. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, bahkan tetangga sekitar lokasi sekolah, semua harus punya semangat yang sama bahwa anak-anak miskin bukan beban, tapi bibit unggul yang belum sempat disiram.

Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah infrastruktur cita-cita. Bayangkan, dari gedung sederhana di pelosok, lahir dokter, guru, teknokrat, petani inovatif, sampai pemimpin masa depan. Dan mereka semua akan tahu, bahwa jalan mereka dimulai dari ruang kelas berasrama, dari nasi sederhana di kantin Sekolah Rakyat, dari guru-guru berdedikasi yang digaji bukan karena kemewahan, tapi karena panggilan hati.

Jadi, kalau ada yang bertanya bisa apa sih sekolah untuk orang miskin?

Jawabannya bisa segalanyaasal negara, daerah, dan rakyat saling gotong-royong. Karena sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membangun harapan. Dan harapan, kalau diberi rumah, bisa tumbuh lebih cepat dari pohon jati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampanye Animasi “GOODBYE PRINCESS” yang Cerdik, Tia Lee Pecahkan Rekor 100 Juta Penayangan Episode Terakhir

    Kampanye Animasi “GOODBYE PRINCESS” yang Cerdik, Tia Lee Pecahkan Rekor 100 Juta Penayangan Episode Terakhir

    • calendar_month Minggu, 4 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR –  Ikon mode global Asia, penyanyi C-pop, aktris film dan televisi — Video musik pra-rilis Tia Lee (Lee Yu Fen) yang cerdik “GOODBYE PRINCESS” animasi dan kampanye videografi mode mencapai rekor -melanggar 100 juta pemirsa dalam sebulan! Bagian akhir dari serial animasi “GOODBYE PRINCESS” dirilis pada 29 November. Ini menandai […]

  • OP, Pemkab Muba Salurkan 4,8 Ton Migor

    OP, Pemkab Muba Salurkan 4,8 Ton Migor

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    TERJADI kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Muba menggelar operasi pasar minyak goreng (migor). Rabu (23/2/2022) di UD Pancaroba. Para panitia berjibaku melayani para pembeli yang datang. Disana masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng kemasan merek Fortune dengan harga yang relatif murah yakni Rp […]

  • Dukung Program BAZNAS, Pemprov Sumsel Raih BAZNAS Award

    Dukung Program BAZNAS, Pemprov Sumsel Raih BAZNAS Award

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    UNTUK kesekian kalinya kepemimpinan  pasangan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya diapresiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Apresiasi tersebut ditandai dengan diberikannya penghargaan berupa  “BAZNAS Award 2022” yang diserahkan  langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad yang diterima Wagub Mawardi Yahya bertempat di Golden Ballroom The Sultan […]

  • Jembatan Baru, Lempuing Jaya Rampung, Kepada Warga  Wagub OKI Pesan Ini

    Jembatan Baru, Lempuing Jaya Rampung, Kepada Warga  Wagub OKI Pesan Ini

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    WARGA di Desa Tanjung Sari I, Kecamatan Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir bersyukur atas selesainya pembangunan akses jembatan desa. Warga ramai-ramai berkumpul untuk menggelar syukuran. Dengan sukarela warga membawa makanan dari rumah untuk dimakan bersama-sama. Makanan yang disajikan tersebut ditaruh di atas nampan besar. Nampan tersebut berisi piring dengan berbagai lauk pauk khas masyarakat setempat. […]

  • Gajah Sumatera Jantan Mati Diduga Keracunan di Aceh Tamiang

    Gajah Sumatera Jantan Mati Diduga Keracunan di Aceh Tamiang

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Seekor gajah Sumatera jantan ditemukan mati di kawasan perkebunan PT MPLI, Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. BKSDA Aceh menduga satwa tersebut mati akibat keracunan. Gajah itu ditemukan oleh seorang karyawan PT MPLI sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (9/8/2026). Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian sebelum diteruskan ke Balai Konservasi Sumber […]

  • Mendagri Ajak Gubernur Kompak! Hadapi Cuaca Ekstrem & Harga Gak Santai

    Mendagri Ajak Gubernur Kompak! Hadapi Cuaca Ekstrem & Harga Gak Santai

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Lebaran emang selalu ditunggu-tunggu, meski masih jauh, tapi tahun ini ada dua PR gede yang gak bisa dianggap sepele, yakni cuaca ekstrem yang siap bikin ribet dan harga-harga yang mulai naik pelan-pelan. Bukan cuma soal beli baju baru atau nyiapin THR, tapi juga soal gimana masyarakat bisa tetap nyaman, aman, dan gak terlalu kebebanan sama situasi […]

expand_less
WordPress Archive Sheipa – Spa & Beauty Elementor Template Kit Shelly – School Template Kit for Elementor Sheon – Multipurpose WooCommerce Theme ShiftCV | Blog Resume Portfolio WordPress Shina – Real State Property WordPress Theme Shindig – A Rocking Single Event WordPress Theme Shine – WooCommerce Responsive Theme Shipping Details Plugin for WooCommerce Shokusei – Japanese Restaurant & Sushi Bar Elementor Template Kit Shop (Shopping Cart) & APIs Modules for Stock Manager Advance