Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Waspa, Cacar Monyet Dapat Menular

Waspa, Cacar Monyet Dapat Menular

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
  • visibility 557
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WHO terus memberikan peringatan akan bahaya penyakit menular. Kali ini adalah cacar monyet. Bila tak waspada bisa menular lewat berbagai festival musim panas 2022 Eropa sehingga harus selalu waspada.

Lonceng peringatan waspada kembali dibunyikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kali ini yang disebut WHO sebagai outbreak (kejadian luar biasa) adalah cacar monyet (monkeypox). Status outbreak ini disematkan karena secara tiba-tiba muncul kasus cacar monyet di 12 negara di luar kawasan endemiknya, di sekitar Afrika Tengah (Subsahara), sepanjang Mei 2022. Peringatan itu dibunyikan sejak 13 Mei lalu.

Dalam update yang dirilis pada 20 dan 21 Mei 2022, WHO menyatakan bahwa sampai hari itu cacar monyet sudah masuk ke delapan negara Eropa, antara lain, Inggris, Denmark, Prancis, Spanyol, dan Portugal. Penyakit ini pun dilaporkan telah menembus Israel, Amerika Serikat, Australia, dan Kanada. Jumlah kasus positif monkeypox itu mencapai 92, dan ada lebih dari 50 suspek. Sejauh ini, tak ada korban jiwa.

Penyebutkan sebagai outbreak itu, menurut WHO, dimaksudkan sebagai cara untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dunia akan adanya penyebaran cacar monyet dengan cakupan wilayah yang luas. Sebagian pasien cacar ini diidentifikasi sebagai pelaku perjalanan internasional yang punya riwayat perjalanan ke daerah endemiknya, yakni sekitar Nigeria, Central Afrika, Kongo. Namun, sebagian lainnya tidak punya catatan berkunjung ke negera-negara tersebut, dan belum diketahui dari mana sumber penularannya.

Dari tes PCR dan genome sequencing yang dilakukan oleh otoritas kesehatan di beberapa negara Eropa Barat, terkonfirmasi bahwa para suspek cacar monyet itu memang terinfeksi virus Orthopoxvirus dari famili Poxviridae. Virus cacar monyet ini diketahui menular lewat mulut atau hidung. Droplet yang terbang dari mulut atau hidung penderita dan segala cairan tubuh penderita adalah sumber penularan karena membawa koloni virus. Maka, benda-benda seperti sarung bantal dan sprei pun dicatat berpotensi membawa penularan.

Hewan seperti monyet, tikus, dan tupai, juga telah diketahui bisa menularkan virus ini. Nama, virus monyet itu sendiri muncul karena kuman ini juga menyerang monyet. Dia zoononic, penyakit yang dapat ditularkan dari hewan pada manusia atau sebaliknya. Namun, sejauh ini terkonfimasi bahwa penularan pada pasien itu terjadi karena kontak fisik langsung dengan penderita cacar monyet.

Alur penularan atas 92 kasus mongkeypox dan 28 suspek itu terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan penularan melalui cara-cara yang di luar kebiasaan. Lewat pemeriksaan itu tercatat beberapa pria pelaku LGBT termasuk dalam daftar korban infeksi, dan WHO menyatakan mereka bukan kelompok eksklusif dalam cakupan penyakit. Cacar monyet ini bisa menyerang siapa saja, di mana saja, juga kapan saja. Cacar monyet itu tak ditularkan melalui hubungan seksual, melainkan lebih pada kontak kulit ke kulit.

Pemerintah Australia mengumumkan bahwa seorang pria usia 30-an asal Melbourne tertular oleh virus cacar monyet ini. Seperti disampaikan ke publik oleh Departemen Kesehatan Negara Vicoria, pria itu mulai sakit sejak 16 Mei 2022. Ia punya catatan perjalanan dari London, dan tiba kembali ke Melbourne pada 14 Mei 2022. Korban kembali ke Australia dengan pesawat terbang rute London–Abu Dhabi–Melbourne.

Kini laki-laki tersebut ada ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Victoria. Kalau mengacu inkubasi penyakit ini antara 5–21 hari kemungkinan ia tertular dari London. Belum ada keterangan apakah ia melakukan kontak dengan orang yang bergejala di London, atau tertular melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh virus cacar.

Pada saat yang sama, Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) Australia melansir kabar bahwa seorang pria yang baru tiba dari Inggris mengalami gejala khas monkeypox. Ia kini berstatus suspek sampai terbukti dari tes genomiknya. Pemerintah Inggris sendiri mencatat, per 21 Mei 2022 ada 20 orang penderita cacar monyet. Semuanya dilaporkan mengalami serangan ringan (mild).

Dirilis oleh United Kingdom Heatlth Security Agency (UKHSA) bahwa gejala umum cacar monyet ini adalah munculnya demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, meriang, dengan pembengkakan getah bening di leher. Dua-tiga hari berikutnya, pasien akan mengalami ruam dan sering dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lain.

Ruam atau lesi itu cepat berkembang menjadi papula (lesi terangkat), lalu muncul vesikel (benjolan dengan cairan bening), yang kemudian berubah jadi pustula (cairan berubah keruh). Pustula pecah dan menjadi keropeng (luka kulit yang kering) yang secara bertahap menghilang dalam 2–4 pekan meski tanpa pengobatan. Gejala yang membedakannya dengan cacar air yang telah ada sejak ratusan tahun adalah pada cacar monyet pembengkakan muncul pada kelenjar getah bening.

Di Nigeria, negara endemik dengan rata-rata 3.000 kasus cacar monyet per tahunnya, dikenal dua clade (klan), yakni Clade Afrika Barat dan Clade Congo. WHO memastikan, yang kini menyebar ke berbagai negeri barat itu adalah varian Afrika Barat. Di negara-negara Afrika itu tingkat kematian akibat cacar monyet bervariasi. Dalam situasi yang ekstrem, tingkat kematian dari Clade Afrika Barat sebanyak tiga persen, sedangkan yang Clade Kongo bisa mencapai 10 persen. Cacar ini bisa menimbulkan gejala berat di kalangan anak-anak, ibu hamil, dan orang-orang dengan kelainan kekebalan tubuh.

WHO tak mengeluarkan panduan yang terlalu spesifik dalam kasus cacar monyet ini. Penyakit ini bukan wabah baru. Pada kurun 2018–2019 cacar monyet, menurut WHO, sempat menyelinap ke Inggris, Israel, dan Singapura, tapi kemudian hilang tanpa jejak. Setelah kejadian pandemi Covid-19, WHO pun lebih aktif membunyikan lonceng peringatan bagi penyakit yang berpotensi menjadi wabah, seperti cacar monyet dan sebelumnya hepatitis akut. Keduanya kini dalam pantauan para ahli di WHO. Global health kini menjadi isu utama di tengah pergaulan masyarakat dunia.

Seperti pada Covid-19, yang disampaikan WHO kepada nnegara-negara anggotanya ialah langkah surveilans untuk semua penyakit menular, termasuk yang terbaru ialah hepatitis akut serta cacar monyet itu. Anjuran WHO masih di sekitar surveilans, testing, tracing, dan treatment (pengobatan), termasuk isolasi bagi yang terkena penyakit menular.

Seruan kehati-hatian itulah yang kini digaungkan UKHSA, salah satu pemegang otoritas kesehatan di Inggris. Musim panas 2022 sudah di depan mata. Seiring meredanya pandemi Covid-19, berbagai macam festival dan perayaan akan digelar di Inggris dan negara Eropa lainnya. Penyakit-penyakit menular memang tak perlu dilibatkan dalam festival.Indonesia.go.id (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Jiwa Semangat Pemuda untuk Menjadi Pahlawan Masa Kini

    Membangun Jiwa Semangat Pemuda untuk Menjadi Pahlawan Masa Kini

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.995
    • 0Komentar

    SELAMA INI, Hari Pahlawan tetap diperingati sebagai upaya menjaga semangat militansi rakyat dalam menjaga kesatuan serta harkat dan martabat Republik Indonesia. Sang Proklamator Kemerdekaan, Ir Sukarno dalam sebuah pidatonya saat memperingati Hari Pahlawan pada 1961 mengumandangkan, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Mereka adalah para pahlawan yang telah rela mengorbankan hidupnya demi […]

  • Kwarnas Gerakan Pramuka Resmikan Sumsel Jadi Tuan Rumah Pertikaranas IV November Mendatang

    Kwarnas Gerakan Pramuka Resmikan Sumsel Jadi Tuan Rumah Pertikaranas IV November Mendatang

    • calendar_month Kamis, 2 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 573
    • 0Komentar

    BERBAGAI persiapan terus dilakukan Provinsi Sumsel pasca ditetapkan menjadi tuan rumah Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bhayangkara (Pertikara) ke-IV Tingkat Nasional Tahun 2022 oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) melalui Rakernas bulan Maret 2022. Untuk mematangkan berbagai persiapan itu Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memimpin langsung rapat koordinasi persiapan Pertikaranas 2022 bersama pihak terkait di Ruang […]

  • Pemuka Agama di Sumsel Diajak Pertahankan Zero Konflik

    Pemuka Agama di Sumsel Diajak Pertahankan Zero Konflik

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    PEMUKA agama di Sumsel diajak untuk mempertahankan zero konflik, kerena sangat penting sebagai modal utama dalam mencapai suksesnya pembangunan di segala. Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan untuk itu, para tokoh lintas agama untuk tetap memberikan pembinaan pada umatnya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam hidup beragama dan bermasyarakat. “Kalau kepentingan umat, kita berikan pelayanan utama. […]

  • BMKG Perkuat Layanan di NTB, Informasi Cuaca Jadi Kunci Keselamatan di Mandalika

    BMKG Perkuat Layanan di NTB, Informasi Cuaca Jadi Kunci Keselamatan di Mandalika

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama untuk memastikan informasi cuaca dan kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan penguatan layanan di daerah penting karena informasi MKG digunakan untuk mendukung keselamatan dan pengambilan keputusan […]

  • Tsunami Selat Sunda, BNPB : Masyarakat Dihimbau Tidak Melakukan Aktivitas di Sekitar Pantai  

    Tsunami Selat Sunda, BNPB : Masyarakat Dihimbau Tidak Melakukan Aktivitas di Sekitar Pantai  

    • calendar_month Minggu, 23 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Banten – Dampak tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda, terutama di daerah Pandeglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga pukul 07.00 WIB, Minggu (23/12/2018), jumlah korban meninggal mencapai 43 orang, 584 orang luka-luka, dan 2 orang hilang. Sementara, kerugian fisik terdiri atas 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan […]

  • Gandeng Relawan Peduli Dhuafa, Polsek Pagaralam Utara Adakan Bakti Sosial

    Gandeng Relawan Peduli Dhuafa, Polsek Pagaralam Utara Adakan Bakti Sosial

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    POLSEK Pagaralam menggandeng Relawan Peduli Kaum Duafa melaksanakan kegiatan bakti sosial dan berbagi kasih dengan kaum dhuafa. Kapolsek Pagaralam Utara AKP Herry Widodo SH melalui Babinkamtibmas Kelurahan Bangun Rejo Taufik mengatakan acara tersebut diselenggarakan di wilayah Kecamatan Pagaralam Utara. Jum’at (31/1/2020). “Hari ini Dhuafa yang mendapatkan bantuan sembako, Herli (38) , Alamat Gang Cendana Rt […]

expand_less
WordPress Archive WP Forms Support for AMP WP Full Stripe – Subscription and payment plugin for WordPress WP Funnels Pro For WordPress WP Guard – WordPress Security, Firewall & Anti-Spam WP IconFinder – Find free icons for WordPress WP Industry – Industrial WordPress Theme WP Job Manager Application Deadline Addon WP Job Manager Applications Addon WP Job Manager Apply With Facebook Addon WP Job Manager Apply With Xing Addon