Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Belajar Dari Pengalaman Gempabumi, Apa Yang Perlu Dipersiapkan ?

Belajar Dari Pengalaman Gempabumi, Apa Yang Perlu Dipersiapkan ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
  • visibility 1.030
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GEMPA BUMI dengan magnitudo (M) 6,1 menguncang beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 10 April 2021 lalu. Guncangan gempa dirasakan di 33 Kabupaten Kota mengakibatkan sebanyak 10 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, 6 orang luka sedang dan 97 orang luka ringan. Dampak gempabumi juga menyebabkan sejumlah kerusakan dengan kategori sedang hingga berat serta sebanyak 1.879 orang mengungsi.

Fenomena ini mendorong semua pihak untuk membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama. Untuk itu, Tim Intelijen Penanggulangan Bencana (TIPB) mengangkat tema gempabumi Jatim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) hari ke dua pada Jumat (30/4).

TIPB yang terbentuk sejak tahun 2019 diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat dan melakukan evaluasi hingga menganalisis data yang merupakan hal penting dalam membuat strategi dan kebijakan. Hal ini disampaikan Plt. Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Raditya Jati dalam sambutannya sekaligus membuka Rakor TIPB hari kedua.

“Saya rasa kita Tim Intelijen dapat memberikan analisis data, dan berharap dari Rakor ini dapat menjadi hal penting penentuan strategi dan kebijakan kebencanaan,” ujarnya melalui media daring.

Raditya juga mengajak stakeholder dan pemangku kebijakan untuk berani belajar dari kesalahan atau kekurangan dalam menghadapi bencana-bencana sebelumnya. Kesalahan dan kekurangan dalam mengantisipasi kejadian-kejadian bencana yang lalu dapat dijadikan bahan pembelajaran yang sangat penting hingga ketangguhan masyarakat dapat terwujud.

Gempabumi Jatim merupakan contoh pembelajaran berharga bagi penanggulangan bencana. Kesiapan daerah Provinsi Jatim serta kerjasama dukungan dari berbagai pihak (pentaheliks) terbukti mampu menekan jatuhnya semakin banyak korban.

Tenaga Ahli Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono menyampaikan langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana telah dibangun melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat seperti Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami dan Ekspedisi Destana Gempabumi.

“Terdapat Desa Tangguh Bencana sebanyak 746 yang sudah terdata. Kita juga mempunyai tenda edukasi bencana, mobil edukasi bencana dan membentuk sekertariat relawan penanggulangan bencana sebanyak 210 kelompok relawan,” ujar Suban, yang hadir secara fisik sebagai narasumber Rakor TIPB.

Ketangguhan masyarakat Jatim tetap harus ditingkatkan mengingat Jatim memiliki 8.501 desa dan 2.742 diantaranya termasuk dalam kategori rawan bencana tinggi. Berada dekat dengan pertemuan lempeng Indo – Australia, pergerakan lempeng tektonik membuat Jatim memiliki potensi kegempaan yang signifikan. Sepanjang tahun 2020, telah terjadi 248 kali gempabumi dan pada awal 2021 terjadi 89 kali di Jatim.

Hal tersebut diamini oleh Dr. Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Daryono memaparkan wilayah Jatim memiliki banyak pusat gempa yang tidak terletak di jalur sesar aktif. Setidaknya sejak tahun 1896 terdapat lebih dari 9 kali wilayah Malang dan sekitarnya diguncang gempa destruktif.

“Menarik untuk dicermati melihat data gempa Jawa Timur, bahwa sejak tahun 1950 semua gempa dengan kedalaman menengah (intermediate depth) di Jatim dengan magnitude 6.0-6.6 ternyata menimbulkan kerusakan dan kerugian,” jelas Daryono.

Hasil survey BMKG menunjukan bahwa faktor penyebab kerusakan bangungan rumah diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni konstruksi bangunan yang buruk tidak mengacu aturan bangungan tahan gempa, lokasi rumah terletak pada tanah lunak dan pemukiman yang terletak di lereng perbukitan. Sementara dalam konteks bahaya gempabumi jatuhnya korban jiwa sering terjadi akibat korban terjebak di reruntuhan bangunan. Untuk itu mitigasi kepada masyarakat terhadap bangunan tahan gempa dan strukturalnya sangat penting untuk menekan jatuhnya korban jiwa.(***)
Ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terus Menurun, Optimis Namun Tetap Waspada

    Terus Menurun, Optimis Namun Tetap Waspada

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    TREN penurunan kasus COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia. Kasus harian terus menurun sejak puncaknya di tanggal 15 Juli dengan 56 ribu kasus hingga 2.577 kasus pada 13 September 2021. Persentase kasus harian sebesar 13,6 kasus […]

  • Hak Cipta Karya Jurnalistik Masih Terabaikan

    Hak Cipta Karya Jurnalistik Masih Terabaikan

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN teknologi digital beberapa tahun terakhir tak hanya membawa kemajuan di berbagai sektor, tetapi juga memunculkan persoalan baru dalam hal hak cipta, terutama di bidang jurnalistik dan sekarang ini masih terabaikan. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong, mengatakan persoalan itu muncul manakala media sosial (medsos) mengambil […]

  • Ada khitanan massal gratis dari YMB PLN UP3, Ini respon Bupati OKI

    Ada khitanan massal gratis dari YMB PLN UP3, Ini respon Bupati OKI

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    – “Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam sosial  masyarakat, mungkin beberapa Ananda yang baru saja usai dari libur semester, ada muncul harapan untuk dapat di khitan, dengan beberapa kondisi ekonomi masyarakat, belum dapat terlaksana, maka menjawab kebutuhan para orangtua, para Ananda ditengah-tengah masyarakat, kita semua bersyukur,” demikian disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir H. […]

  • Kerja keras Dinas Perkebunan & Peternakan Kab.OKI, ini penyebab kematian mendadak ratusan kerbau

    Kerja keras Dinas Perkebunan & Peternakan Kab.OKI, ini penyebab kematian mendadak ratusan kerbau

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah melakukan sejumlah langkah mitigasi terkait kematian mendadak ratusan kerbau pada beberapa kecamatan di Kabupaten OKI beberapa hari terakhir. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan, S. STP, M. Si mengatakan pihaknya telah melakukan uji sampel untuk memastikan penyebab kematian kerbau secara mendadak tersebut. […]

  • Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB Lakukan Ini Terkait Musibah Longsor di Tapanuli Selatan

    Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB Lakukan Ini Terkait Musibah Longsor di Tapanuli Selatan

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    TIM gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Basarnas, TNI, Polri dan SKPD terkait beserta relawan kembali menemukan tiga korban tanah longsor dalam keadaan meninggal dunia dan masih dalam tahap identifikasi, kemarin. Dengan penemuan tersebut, maka korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel, […]

  • Sastrawan & Wartawan Jangan Galau Hadapi Era Digital

    Sastrawan & Wartawan Jangan Galau Hadapi Era Digital

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.457
    • 0Komentar

    SASTRAWAN dan wartawan ternyata bernasib sama. Galau dan gagap menghadapi era digitalisasi. Demikian dikemukakan Pemimpin Redaksi Sriwijaya Post-Tribun Sumsel, Hj Weny L Ramdiastuti saat menjadi narasumber Dialog Sastra yang digagas Dewan Kesenian Palembang (DKP) di Sepekan Seni, pekan lalu. “Padahal, jawabnya simpel, masuklah ke digital. Manfaatkan secara masif, niscaya sastra akan tetap eksis. Karena sesungguhnya […]

expand_less
WordPress Archive Katerio – Magazine & Blog WordPress Theme Katy – Kids Birthday Party Planner & Invitation Elementor Template Kit Kawan – Law Firm Elementor Template Kit Kayleen | Blog & Magazine WordPress Theme Kayo – Clean and Simple Music WordPress Theme Kayoo – Wood Company Woocommerce Elementor Template Kit Kaywo – Furniture Services Elementor Template Kit Kazron – Photography Elementor WordPress Theme Kebun – Garden Service Elementor Template Kit Kedavra – Clean Multi-Concept Elegant Theme