Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Tiga Kebiasaan Baru yang Harus Diperhatikan Pelaku Usaha Sektor Informal Ketika New Normal Life

Tiga Kebiasaan Baru yang Harus Diperhatikan Pelaku Usaha Sektor Informal Ketika New Normal Life

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
  • visibility 1.265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sebelum virus Covid-19 melanda, masyarakat menengah ke bawah masih dapat bernapas lega sebab adanya sektor ekonomi informal. Para pencari kerja yang tidak dapat masuk pada lapangan kerja formal, pengangguran, dan korban PHK menjadikan sektor ekonomi informal sebagai alternatif bertahan hidup.

Bagi yang beruntung, malah akan bertahan menjalankan sektor ekonomi informal karena dianggap mampu memberikan peluang pendapatan yang menjanjikan. Akan tetapi, Covid-19 membuat semuanya benar-benar berbeda. Sebagai strategi bertahan hidup (life survival strategy), sektor informal pun dibuatnya lumpuh.

Sektor ekonomi informal yang dimaksud adalah sektor informal perkotaan (urban informal sector), termasuk di dalamnya segala aktivitas ekonomi skala kecil, seperti pedagang asongan, penjual gorengan, pangkas rambut, tambal ban dan lain sebagainya. Kita sering menemukan aktivitas mereka di area ruang publik, seperti di pinggir jalan, trotoar, depan ruko, depan sekolah, dan lain sebagainya.

Sejatinya, sektor ekonomi informal merupakan kegiatan ekonomi yang paling adaftif pada segala situasi dan kondisi. Pada masa krisis 1998, sektor informal menjadi sektor penyangga bagi para korban PHK, pengangguran dan masyarakat menengah untuk bertahan hidup.

Namun pada masa pandemi ini, kebijakan pembatasan interaksi sosial (social distancing/physical distancing), membuat para pelaku usaha sektor informal mengalami penurunan jumlah pembeli. Sebab, selama ini area kerjanya dominan di ruang publik, di mana terdapat interaksi sosial yang tinggi. Apalagi dengan adanya, work from home (WFH) semakin membuat interaksi sosial semakin sepi.

Ibarat makan buah simalakama, pelaku usaha sektor informal dihadapkan pada pilihan yang sulit. Kebijakan WFH, harus mereka patuhi, namun di sisi lain mereka akan kehilangan sumber pendapatan. Alhasil, beberapa dari mereka, harus nekat berjualan di tengah wabah Covid-19, apalagi bagi yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pertengahan Mei 2020, pelaku usaha sektor informal mendapat angin segar, di kala pemerintah mencanangkan kebijakan baru, yaitu New Normal Life yang merupakan transisi dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini memperbolehkan masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protocol kesehatan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian, pelaku usaha sektor informal pun harus mulai terbiasa dengan perubahan yang terjadi akibat Covid-19. Salah satu perubahan yang terjadi adalah meningkatkatnya ‘daya selektivitas konsumen’ untuk memutuskan pembelian barang/jasa. Akibat Covid-19, masyarakat menjadi lebih selektif untuk belanja dan membeli barang, khususnya yang berhubungan dengan makanan dan minuman di area terbuka. Faktor kebersihan menjadi skala prioritas bagi para konsumen untuk memutuskan membeli sesuatu. Maka, pelaku usaha sektor informal harus mulai beradaptasi dan menerapkan protocol standar dalam menjalankan aktivitas ekonominya. Berikut ini beberapa, hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha sektor informal dalam menjalankan usahanya.

Menggunakan Masker

Saat ini, masker merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sebab, masker di percaya mampu mengurangi tingkat penularan virus. Para penjual makanan harus menggunakan masker pada saat membuat makanan dan melayani pembeli. Meskipun tidak mengalami gejala sakit, namun penggunaan masker adalah upaya untuk menjamin tingkat kebersihan barang dan jasa yang ditawarkan, dan akan meningkatkan rasa percaya pembeli terhadap penjual.

Menggunakan Sarung Tangan

Penggunaan sarung tangan juga merupakan hal yang wajib bagi para pelaku usaha sektor informal, khususnya penjual makanan. Pada saat mereka membuat atau menyajikan makanan hendaknya menggunakan peralatan, seperti sarung tangan yang steril. Dengan demikian, konsumen akan merasa lebih nyaman dan aman untuk memutuskan membeli.

Peralatan Cuci Tangan

Terakhir, peralatan yang harus selalu ada adalah alat untuk cuci tangan, seperti hand sanitazer atau air yang mengalir. Cuci tangan harus selalu dilakukan baik sebelum atau pun sesudah memegang sesuatu. Pelaku usaha sektor informal sering memegang peralatan dan juga uang dari berbagai pembeli. Oleh karena itu, setelah memegang sesuatu yang dianggap kurang steril diharap segera mencuci tangan.

Ketiga hal tersebut, adalah tindakan yang harus senantiasa dipatuhi oleh para pelaku usaha sektor informal di lapangan. Jika pada awalnya ketiga hal tersebut sudah diterapkan, maka pada masa new normal life ini harus lebih ditingkatkan lagi, bahkan di jadikan gaya hidup baru. Tujuannya, supaya sektor informal dapat tetap eksis sebagai ekonomi penyangga bagi masyarakat menengah ke bawah. Semua memang terpaksa dan dipaksa berubah oleh pandemi Covid-19, oleh sebab itu, jika pelaku usaha sektor informal tidak mampu membaca dan beradaptasi dengan situasi baru ini, dikhawatirkan akan semakin membuat ekonomi rumah tangga semakin terpuruk.

 

Armansyah, S.Pd., M.Si

Dosen dan Peneliti Bidang Pendidikan dan Kependudukan pada Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Palembang

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan Terhadap Perempuan  Seperti Fonomena Gunung Es

    Kekerasan Terhadap Perempuan Seperti Fonomena Gunung Es

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta N Sitepu, mengungkapkan data kekerasan terhadap perempuan (KtP) dan anak masih seperti fenomena gunung es. Hal ini dipengaruhi berbagai hal seperti masalah budaya, mindset, dan adanya stigma di masyarakat sehingga kasus kekerasan tidak banyak terungkap. “Padahal, data tersebut sangat penting dan dibutuhkan sebagai dasar untuk […]

  • Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Padang, Sumatera Barat berkunjung ke Pemerintah Kota /Pemkot Palembang guna belajar terkait sektor pariwisata religius dan pengolahan Sampah. Kunjungan tersebut di Wakili Asisten I Padang Sumatera Barat (Sumbar) Edi Hasymi dan diterima Sekretaris Daerah [Sekda] Pemkot Palembang, Drs Ratu Dewa, kemarin. Ratu Dewa mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang ingin berkerja sama meniru sektor […]

  • Merdeka Run 2026 Punya Cerita Berbeda, Gisel Kejar PR, Fanny Ghassani Pilih Have Fun, Ivar Jenner Jadi Penyemangat

    Merdeka Run 2026 Punya Cerita Berbeda, Gisel Kejar PR, Fanny Ghassani Pilih Have Fun, Ivar Jenner Jadi Penyemangat

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 27
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar catatan waktu. Pasalnya persiapan menuju lomba yang digelar Sabtu (29/8) pagi tersebut, ada cerita berbeda dari tiga figur yang ikut meramaikan suasana, yakni Gisella Anastasia, Fanny Ghassani, dan Ivar Jenner. Ketiganya sama-sama datang mengambil race pack di Wisma Serbaguna GBK, Jakarta, Jumat (28/8). Namun, […]

  • Pergoki 6 Anggota-nya Lakukan Penindakan, Kapolda Dapat Acungan Jempol

    Pergoki 6 Anggota-nya Lakukan Penindakan, Kapolda Dapat Acungan Jempol

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto mendapat acungan jempol oleh warga Palembang menyusul memergoki langsung 6 anggota Polisi lalulintas (Polantas) Polrestabes Palembang yang melakukan penindakan terhadap pengemudi kendaraan bermotor di beberapa titik di tengah pandemi Corona, mendapat banyak pujian dari warga Sumsel. Atas penindakan Janderal Bintang Dua ini, keenam polantas itu pun menerima sanksi. Kini […]

  • Jaga Ekosistem, Presiden Lepas Tukik Penyu

    Jaga Ekosistem, Presiden Lepas Tukik Penyu

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 552
    • 0Komentar

    GUNA Menjaga Ekosistem Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Jokowi melepas tukik penyu bersama masyarakat, di Patuno Resort, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (09/06/2022) sore. “Hari ini saya berada di Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rangka kegiatan melepas tukik penyu ke laut untuk menjaga ekosistem laut kita,” ujar Presiden dalam keterangan pers usai […]

  • Catatan penting Ratu Dewa dari Kegiatan susur Sungai dari BI belum lama ini, apa ayo !

    Catatan penting Ratu Dewa dari Kegiatan susur Sungai dari BI belum lama ini, apa ayo !

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat [Pj] Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan terdapat catatan penting dalam program Bank Indonesia (BI) ‘Kegiatan Susur Sungai’ melalui Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2024 yang digelar langsung di River Side komplek Benteng Kuto Besak Palembang, belum lama ini. Menurutnya  pertama,  melahirkan suatu budaya, seperti budaya kota Palembang ataupun budaya […]

expand_less
WordPress Archive Landingue – Landing and One Page Builder Plugin for WordPress Site Landio – Multipurpose Elementor Template Kit Landmark – Real Estate WordPress Theme Landmaster – Garden & Landscaping WordPress Theme Landpick – Multipurpose Apps Landing Page Template WordPress Theme for App Promotion Marketing Site Lanong – Yacht Rental WordPress Theme Lapar – Restaurant & Cafe Elementor Template Kit Laramiss | Elementor Multipurpose Luxury WordPress Theme Larch – Responsive Minimal Multipurpose WordPress Theme Larson – Architecture WordPress Theme