Kacamata Gratis untuk Warga Miskin, Ini Cara Mendapatkannya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemkes.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTEKINI.CO.ID – Gangguan penglihatan bisa menjadi persoalan berlapis bagi keluarga berpenghasilan rendah. Ketika seseorang membutuhkan kacamata, biaya lensa dan bingkai dapat menjadi pertimbangan, terutama jika kebutuhan rumah tangga lainnya harus dipenuhi lebih dahulu.
Persoalan ini membuat akses terhadap layanan kesehatan mata tidak cukup berhenti pada pemeriksaan. Masyarakat yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan juga membutuhkan kepastian mengenai tindak lanjut, termasuk bagaimana memperoleh kacamata jika memang diperlukan.
Kementerian Kesehatan RI berupaya memperluas akses tersebut melalui penguatan layanan kesehatan mata berbasis masyarakat. Salah satunya melalui program Comprehensive Community Eye Care (CCEC), yang diluncurkan pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2026.
Dalam program tiga tahun tersebut, Kemenkes bersama mitra menargetkan distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Program ini juga mencakup skrining bagi siswa dan pekerja, pelatihan tenaga kesehatan dan guru, serta pengembangan pusat layanan kesehatan mata di masyarakat.
Namun, target distribusi itu perlu dibedakan dari realisasi bantuan. Belum ada angka realisasi penerima yang dapat dipastikan berdasarkan bahan yang tersedia.
Informasi mengenai wilayah penyaluran, kriteria penerima, dan mekanisme pengajuan menjadi penting agar masyarakat mengetahui apakah bantuan tersebut dapat diakses di daerah mereka.
Kemenkes Dorong Layanan Mata Lebih Dekat ke Masyarakat
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan pengembangan vision center menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat.
Model ini menghubungkan Puskesmas, dinas kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, dan mitra pembangunan. Layanan yang dikembangkan diharapkan mencakup pemeriksaan mata, dukungan tenaga profesional, serta penyediaan kacamata hingga tingkat fasilitas kesehatan pertama.
Selama ini, sebagian besar layanan kesehatan mata dilakukan di rumah sakit. Kondisi tersebut dapat membuat masyarakat perlu menempuh perjalanan lebih jauh untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan.
Pengembangan layanan berbasis masyarakat diharapkan mempermudah akses. Meski demikian, ketersediaan layanan dan bantuan kacamata tetap perlu dipastikan berdasarkan program yang berjalan di setiap wilayah.
Bagaimana Cara Mencari Bantuan Kacamata?
Masyarakat yang membutuhkan kacamata dapat memulai dengan memeriksakan mata di fasilitas kesehatan untuk mengetahui kondisi penglihatannya. Hasil pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan koreksi penglihatan atau penanganan lebih lanjut.
Selanjutnya, masyarakat dapat menanyakan kepada Puskesmas atau dinas kesehatan setempat apakah tersedia program bantuan kacamata, siapa yang memenuhi syarat, dan bagaimana proses pengajuannya.
Penting untuk memastikan cakupan bantuan sebelum mendaftar. Pemeriksaan mata gratis tidak selalu berarti kacamata, lensa, dan bingkai juga diberikan secara gratis.
Informasi mengenai program yang aktif, persyaratan penerima, dan ketersediaan bantuan perlu dikonfirmasi langsung kepada penyelenggara. Dengan begitu, masyarakat tidak mengandalkan informasi yang belum tentu berlaku di wilayahnya.
Target Bantuan Perlu Diikuti Kejelasan Akses
Selain distribusi kacamata, program CCEC menargetkan skrining lebih dari 60.000 siswa dan pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota selama tiga tahun. Program tersebut juga menargetkan pembangunan 13 vision center baru dan penguatan 21 pusat layanan yang telah tersedia.
Target tersebut menjadi arah pengembangan layanan kesehatan mata berbasis masyarakat. Namun, manfaat program bagi keluarga berpenghasilan rendah juga bergantung pada ketepatan sasaran, ketersediaan layanan, serta kemudahan memperoleh bantuan.
Kejelasan mengenai jumlah penerima yang telah memperoleh kacamata, daerah penyaluran, dan persyaratan bantuan akan membantu masyarakat memahami akses yang benar-benar tersedia.
Oleh sebab itu, keberhasilan perluasan layanan kesehatan mata bukan hanya soal berapa banyak orang yang diperiksa atau berapa banyak kacamata yang ditargetkan.
Hal penting lainnya adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kemampuan mereka. (***)/diolah dari sumber kemkes.
- Penulis: Irwan Wahyudi
