1.716 Sampel Vape Positif Narkotika, BNN Kini Bawa Isunya ke Pemerintah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnn.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Peredaran vape menjadi salah satu persoalan yang ikut dibawa Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pertemuan dengan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI).
Bukan tanpa alasan, BNN mengungkap adanya temuan kandungan narkotika dan New Psychoactive Substances (NPS) dalam hasil pemeriksaan terhadap cairan vape.
Melalui laman resminya, BNN melaporkan Pusat Laboratorium Narkotika BNN telah memeriksa 1.745 sampel cairan vape. Hasilnya, 1.716 sampel dinyatakan positif mengandung narkotika dan NPS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.552 sampel juga positif mengandung etomidate.
Temuan itu menjadi salah satu pembahasan ketika Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menerima audiensi Kepala Bakom RI Muhammad Qodari bersama jajaran di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/9).
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas persoalan vape. Suyudi turut memaparkan sejumlah program BNN yang selama ini dijalankan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan narkotika.
Di antaranya ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika, Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), layanan rehabilitasi keliling, tele-rehabilitasi secara daring, serta Call Center BNN 184.
Suyudi berharap Bakom RI dapat mengambil bagian dalam memperluas penyebaran pesan antinarkotika kepada masyarakat. Menurutnya, komunikasi publik perlu berjalan beriringan dengan langkah konkret dalam menghadapi ancaman narkotika.
“Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah,” ujar Suyudi.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga kembali menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Arahan itu menekankan agar BNN tidak menghadapi persoalan narkotika seorang diri. Isu vape kemudian mendapat respons dari pihak Bakom RI.
Muhammad Qodari menyatakan komitmennya untuk membawa persoalan narkotika yang disampaikan BNN ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga mendorong agar perang melawan narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden.
Langkah selanjutnya tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Qodari mengatakan pihaknya akan segera melakukan pembahasan internal untuk mematangkan bentuk kerja sama dengan BNN.
Pembahasan itu sekaligus akan diarahkan untuk menentukan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan bersama dalam menghadapi persoalan narkotika. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
