Narkoba Sumsel: 19 Kg Sabu Jadi Ancaman Generasi Muda
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
- visibility 38
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Peredaran narkoba Sumsel masih menjadi ancaman serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Pengungkapan kasus dengan barang bukti 19 kilogram sabu dan ratusan pil ekstasi oleh POLDA Sumatera Selatan (Polda) membuktikan jaringan peredaran gelap narkotika terus menjadi tantangan dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari dampak penyalahgunaan barang terlarang tersebut.
Besarnya jumlah narkotika yang berhasil diamankan Polda Sumsel menjadi gambaran ancaman narkoba tidak hanya berhenti pada persoalan hukum, tetapi juga menyentuh aspek sosial, kesehatan, dan masa depan generasi penerus bangsa.
Barang bukti berupa sabu seberat 19.493,44 gram dan 352 butir pil ekstasi tersebut berasal dari pengungkapan 15 laporan polisi dengan 19 tersangka yang diamankan. Seluruh barang bukti kemudian dimusnahkan sebagai bagian dari proses hukum sekaligus upaya memastikan narkotika hasil sitaan tidak kembali beredar di tengah masyarakat.
Pemusnahan dilakukan melalui proses pencampuran barang bukti dengan cairan khusus sebelum dihancurkan menggunakan alat pengaduk hingga tidak dapat digunakan kembali.
Langkah ini menjadi bentuk transparansi aparat penegak hukum dalam menangani perkara narkotika sekaligus memperlihatkan keseriusan dalam memutus jalur peredaran barang haram tersebut.
Kapolda Sumsel Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas dalam menjaga keamanan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan kasus narkotika bukan hanya diukur dari jumlah barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari banyaknya masyarakat yang dapat diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Pemberantasan jaringan peredaran gelap narkotika akan terus dilakukan tanpa kompromi. Upaya ini merupakan bagian dari menjaga masa depan generasi muda dan menciptakan Sumatera Selatan yang aman serta bebas dari narkoba,” ujar Kapolda Sumsel.
Sementara soal pencegahan, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat, karena perlu peran keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membentengi generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Kasus narkoba Sumsel dengan barang bukti puluhan kilogram sabu ini menjadi pengingat ancaman peredaran narkotika masih nyata. Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba sekaligus melindungi masa depan anak bangsa. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
