Tak Cukup Pakai Selempang, Duta Budaya Wajib Paham Sejarah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 58
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Duta Budaya tak cukup hanya tampil dengan selempang dan atribut kebanggaan. Peran itu menuntut pemahaman mendalam terkait sejarah, budaya, dan identitas Kota Palembang, agar mampu menjadi representasi daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat menerima audiensi para pemenang Cek Bagus Cek Ayu Duta Budaya Kota Palembang Tahun 2026 di rumah dinasnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Ratu Dewa, gelar Duta Budaya harus dibarengi karakter yang baik, akhlak mulia, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Bahkan lanjutnya penguasaan sejarah dan budaya Palembang juga menjadi modal dan bekal utama untuk para duta sehingga mampu menjelaskan identitas kota kepada siapa pun.
“Menjadi Duta Budaya bukan hanya soal mengenakan selempang atau atribut, tetapi juga mampu menjadi teladan serta memiliki pengetahuan yang baik tentang sejarah dan budaya Palembang,” tegasnya.
Tugas seorang Duta Budaya, tambah Ratu Dewa tidak hanya berhenti pada seremoni atau penampilan semata.
Setidaknya Duta mampu memperkenalkan sejarah, budaya, dan jati diri Kota Palembang sebagai salah satu kota tertua di Indonesia kepada masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Jangan hanya memakai atribut Duta Budaya, tetapi harus mampu menjelaskan sejarah, budaya, dan identitas Kota Palembang kepada siapa pun. Itulah tugas utama seorang duta budaya,” ujarnya.
Selain membekali diri dengan wawasan budaya, Ratu Dewa juga mendorong generasi muda untuk meningkatkan literasi digital.
Sebab lanjutnya, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana kreatif guna mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kota Palembang kepada masyarakat yang lebih luas.
Meski demikian, ia juga mengingatkan, agar penguasaan teknologi tetap diimbangi dengan pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.
“Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, kuasai teknologi, tetapi jangan pernah meninggalkan pendidikan,” terangnya.
Dengan bekal itu, Walikota menyatakan optimistisnya kepada seluruh duta. “Kalian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Kota Palembang,” katanya.
Ratu Dewa berharap para Cek Bagus dan Cek Ayu Tahun 2026 terus mengembangkan kompetensi, menjaga integritas, serta mampu mengharumkan nama Kota Palembang melalui berbagai kiprah positif di masa mendatang.
Sebagai informasi, ajang Cek Bagus Cek Ayu merupakan program Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan untuk memilih generasi muda yang berperan sebagai Duta Budaya.
Tahun ini, pemilihan diikuti 15 pasang finalis atau 30 peserta yang akan menjadi representasi daerah dalam mempromosikan sejarah, seni, budaya, dan potensi pariwisata Kota Palembang. (***)/yud
- Penulis: Irwan Wahyudi
