Infrastruktur & Transportasi

Mudik Sumsel, Rawa 18 Meter & Jembatan Jadi Tantangan!

ist

H-10 menjelang Lebaran 1447H, ribuan pemudik Sumatera Selatan mulai menyiapkan perjalanan. Di balik jalan yang tampak mulus, beberapa jalur melewati rawa ekstrem dengan kedalaman hingga 18 meter.

Tim konstruksi bekerja keras menstabilkan tanah dan memastikan semua jalur aman, agar perjalanan ribuan warga tetap nyaman.

Lubang jalan hanyalah sebagian kecil dari tantangan. Kawasan rawa memerlukan perkuatan tanah khusus, sedangkan Jembatan Musi V, akses vital menuju Palembang, juga memerlukan pemantauan dan perbaikan berkala. Tanpa persiapan matang, jalur ini bisa menimbulkan kemacetan panjang, bahkan memengaruhi distribusi logistik.

Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana, pekerjaan di rawa bukan sekadar menambal permukaan.

“Kami harus memastikan struktur tanah stabil sebelum aspal ditumpuk. Kedalaman hingga 18 meter membuat pekerjaan menantang, terutama di lokasi rawan amblas,” jelasnya, selasa (10/3). Geotekstil, tiang pancang, dan sistem drainase canggih diterapkan untuk menstabilkan tanah, meski prosesnya tetap memakan waktu.

Jembatan Musi V juga mendapat perhatian khusus. Perbaikan jangka pendek sudah dilakukan, namun pengawasan berkelanjutan tetap dijaga. Jalur ini menjadi penentu lancarnya arus mudik, jika terganggu, efeknya tidak hanya lokal, tapi bisa memicu macet panjang hingga memengaruhi logistik nasional.

Bagi pemudik, kesadaran terhadap titik rawan menjadi kunci, berikut beberapa tips praktis mudik aman di jalur Sumsel, antara lain kurangi kecepatan saat melewati titik rawan, terutama di atas rawa atau jembatan tua, periksa kondisi kendaraan, seperti rem, ban, lampu, dan sistem pendingin.

Pantau update kondisi jalan via aplikasi resmi atau media lokal dan hindari perjalanan malam hari di jalur yang masih dalam perbaikan.

Langkah-langkah ini sederhana, tapi bisa meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan lebih nyaman.

Dari sisi konstruksi, upaya perkuatan tanah dan pengawasan jembatan juga membuka peluang pembelajaran nasional. Teknologi geotekstil, drainase canggih, dan metode penguatan struktur bisa menjadi standar baru bagi pembangunan infrastruktur di wilayah rawan.

Oleh sebab itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan  pemerintah menargetkan jalur mudik ‘zero lubang’ H-10 Lebaran.

Semua titik rawan diperiksa setiap hari, dan pemerintah bekerja sama dengan kontraktor serta instansi terkait untuk memastikan perjalanan aman dan nyaman bagi masyarakat.

Jadi mudik di Sumsel adalah perjalanan yang menuntut kesiapan, baik dari pemerintah maupun pemudik. Jalan di atas rawa, jembatan vital, dan titik rawan menjadi pengingat  infrastruktur harus dikelola dengan cermat.

Kesadaran pengendara menjadi bagian penting dari keselamatan perjalanan, sebab dengan persiapan matang, inovasi teknis, dan kewaspadaan di titik-titik rawan, Sumatera Selatan membuktikan  tantangan ekstrem bisa diatasi, sehingga mudik tetap lancar, aman, dan nyaman. (***)

To Top