PEMERINTAH Kota Palembang meningkatkan dukungan terhadap UMKM kemplang dan kerupuk dengan fokus pada teknologi produksi modern. Langkah ini bertujuan memperkuat daya saing produk lokal di pasar global.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menerima audiensi Perkumpulan Pengusaha Kemplang Kerupuk Palembang (PPKKP) di Ruang Audiensi Sekda, Jumat (6/2/2026). Pertemuan membahas strategi peningkatan kualitas dan kapasitas produksi agar produk lokal bisa menembus ekspor lebih luas.
Kurniawan, Ketua PPKKP, menceritakan pengalamannya menembus pasar Singapura dan Malaysia meski sudah ada ekspor, kapasitas produksi masih terbatas dan alat yang digunakan sebagian besar tradisional.
Aprizal menegaskan bahwa Pemkot Palembang berkomitmen mendukung UMKM sepanjang sesuai regulasi.
“Dukungan kami meliputi pendampingan teknis, koordinasi dengan dinas terkait, dan fasilitasi perizinan agar pengusaha fokus meningkatkan kualitas dan kapasitas,” jelasnya.
Menurut Aprizal, UMKM kemplang dan kerupuk menjadi penyumbang signifikan terhadap ekonomi lokal. Produk olahan ini mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat branding kuliner Palembang di mata dunia.
Dukungan pemerintah mencakup penyediaan teknologi modern, pelatihan tenaga kerja, dan pengawasan kualitas produksi. Peningkatan ini diharapkan membantu pelaku UMKM mempertahankan rasa khas produk sekaligus memenuhi standar ekspor internasional.
Audiensi juga membahas promosi produk melalui pameran lokal dan internasional, digital marketing, serta kolaborasi dengan asosiasi pengusaha lain untuk memperluas jaringan pasar.
“Dengan strategi ini, kemplang Palembang bisa dikenal lebih luas, bukan hanya pempek,” kata Kurniawan.
Pihak PPKKP menekankan kebutuhan akan peralatan canggih seperti mesin penggorengan otomatis, pengemas vakum, dan alat pengukur mutu agar skala produksi meningkat tanpa mengurangi kualitas.
Aprizal menambahkan, koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM akan memastikan bantuan dan regulasi berjalan efektif.
Hal ini mencakup izin produksi, sertifikasi produk, dan dukungan promosi agar UMKM lebih kompetitif di tingkat global.
Saat ini, lebih dari 200 pengusaha kemplang aktif di Palembang. Sebagian besar masih berproduksi skala rumah tangga, namun beberapa sudah mengekspor ke negara Asia Tenggara. Pemerintah menargetkan lebih banyak UMKM mampu masuk pasar internasional melalui modernisasi teknologi.
Dengan alat modern dan pendampingan pemerintah, UMKM kemplang diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi hingga 50% dalam satu tahun, sekaligus menjaga standar mutu dan cita rasa tradisional.
Langkah ini sejalan dengan strategi Pemkot Palembang untuk menjadikan kota sebagai pusat kuliner inovatif sekaligus ekonomi kreatif.
Modernisasi produksi dianggap sebagai kunci agar produk lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di pasar global.
Keseluruhan inisiatif ini menegaskan sinergi antara pemerintah dan pengusaha lokal pemerintah menyediakan regulasi, fasilitasi, dan teknologi, pelaku UMKM meningkatkan kapasitas dan kualitas produk untuk bersaing di pasar internasional.
Dengan dukungan ini, Palembang berharap UMKM kemplang dan kerupuk dapat menjadi ikon kuliner global, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, dan memperkuat citra kuliner nusantara di dunia.(***)