Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri Kreatif & UKM » Naik Kelas Jangan Berhenti di Meja Izin, Bro!

Naik Kelas Jangan Berhenti di Meja Izin, Bro!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • visibility 1.587
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

FESTIVAL kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro di Palembang kemarin itu rasanya kayak hajatan kampung ketemu kondangan selebriti. Spanduk besar kayak mau ambil Instagram award, lampu menyala terang, pejabat lengkap, UMKM antre panjang kayak mau bagi-bagi ketupat. Foto rame, tepuk tangan gausah ditanya, mantap bro…pasalnya bergemuruh sampai tetangga yang di seberang jalan ikut kepo.

Namun, seperti pesta pada umumnya, setelah kursi dilipat, lampu dipadamkan, tinggal pertanyaan tersisa di kepala pelaku UMKM “Besok jualan ke siapa, nih?” mikir!!

Gubernur Herman Deru pesan jelas patut diacungi jempol, karena tegas, lugas, kayak tukang sate yang bilang “Bumbunya pas, jangan kurang!” Legalitas disebut sebagai pondasi. Negara hadir lewat kemudahan NIB, sertifikat halal, PIRT, HaKI sampai SNI. PTSP diminta bikin jalur khusus kayak jalur VIP tapi buat kemplang dan kerupuk.

Nah, sebenarnya secara konsep, program itu mantap, apalagi bisa dibilang langkah maju Pemprov. Sumsel, pemerintah bergerak. tapi, bro… masalah UMKM itu, sejak dulu, bukan cuma urusan kertas dan stempel. Ibaratnya, dapur ngebul tapi belum tentu nasi sampai ke meja makan.

Misanya kita ambil contoh sederhana,  seorang ibu pembuat kemplang rumahan, selama ini jualan ke warung depan rumah. Dapurnya panas, anaknya senyum, tapi omzetnya standar.

Setelah ikut festival, pulang bawa NIB, halal, PIRT, HaKI, Senang?  yang jelas siapa pun pasti bangga, ya.. jelas dong!, namun begitu euforia reda, pertanyaan klasik muncul lagi “terus aku jual ke siapa? marketplace gimana? reseller mana?” Nah, ini bukan salah ibu itu. Ini soal ekosistem yang belum lengkap, panggungnya mewah, tapi jalan menuju pasar masih kayak jalan tikus di sawah.

Di sinilah pentingnya istilah hulu dan hilir. Hulu itu awal izin, sertifikasi, pendataan. Nah, di bagian ini pemerintah udah kerja keras, bikin UMKM sah di atas kertas. Tapi hilir… oh hilir. Itu tempat duit bener-bener ada, tempat produk ketemu pembeli, tempat omzet ngebul, di sini banyak UMKM masih jalan sendiri, kayak naik sepeda tanpa rantai.

Oleh sebab itu, keseimbangan hulu-hilir kunci legalitas tanpa pasar, itu kayak bikin rumah tapi lupa bikin pintu, cantik di luar, tapi siapa yang masuk?.

Bank Indonesia dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2024 bilang, usaha mikro itu paling rentan, pertumbuhan kredit lambat, pemasaran masih jadi tantangan. Jadi jangan cuma senyum-senyum di panggung, bro, tapi cek dapur omzetnya naik apa nggak.

Makanya, naik kelas itu jangan disalahartikan, bukan cuma naik status, bukan cuma pasang sertifikat di dinding, naik kelas itu naik omzet, naik keberlanjutan, naik percaya diri. UMKM baru bisa naik kelas kalau penjualan stabil, pembeli bertambah, dan usahanya nggak cuma hidup di festival doang.

Solusinya? enggak ribet, cuma butuh konsistensi. Pendampingan pemasaran harus berkelanjutan, nggak cukup satu hari seminar plus foto bareng.

UMKM perlu ditemani sampai bisa, foto produk kece, tentuin harga masuk akal, masuk marketplace, cari reseller, paham untung-rugi. Ibarat belajar naik motor nggak cukup baca buku, harus coba gas, rem, jatuh sedikit baru bisa lihai.

Tak sekadar loket izin

PTSP juga harus lebih dari sekadar loket izin, jadikan dia posko penyelamat UMKM. Tempat bertanya tanpa takut dimarahin. Kalau perlu, ada sesi curhat bisnis sambil ngopi. Mental pelayanan harus berubah, jangan cuma meja baru tapi mental kayak wartel tahun 90-an “Silakan tunggu, berkas kurang satu!”

Oleh sebab itu, Pemerintah daerah pun bisa ambil peran di hilir, contohnya gampang belanja pemerintah, event resmi, kegiatan BUMD bisa wajibkan beli produk UMKM lokal. Jadi, legalitas yang diurus nggak cuma jadi pajangan, tapi benar-benar ada efeknya ke dapur rakyat.

Sehingga ke depannya  UMKM itu bukan angka di laporan atau properti panggung seremonial, pasalnya mereka manusia nyata, dengan dapur, cicilan, anak sekolah, dan harapan.

Kalau negara serius bantu, jangan cuma kasih payung, tapi ajari cara jalan di tengah hujan. Jangan cuma bikin festival seru, tapi pulang UMKM tetap bingung besok jualan ke siapa.

Jadi, festival UMKM di Palembang itu langkah baik, tapi jangan berhenti di panggung. Kalau pemerintah ingin UMKM benar-benar naik kelas, perhatian harus sampai ujung, legalitas sampai omzet, sertifikat sampai pasar.

Biar kata pepatah Sumsel bilang “Lampu terang tak cukup, kalau dapur tetap gelap”

Percayalah, program yang berhasil itu bukan yang paling rame acaranya, tapi yang bikin UMKM bisa ketawa senyum sambil dapur ngebul terus, anak-anak bisa sekolah dengan tenang fan fokus belajar. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gantikan Mushola, Kajati Sumsel Bangun Masjid  Dipinggir Jalan

    Gantikan Mushola, Kajati Sumsel Bangun Masjid  Dipinggir Jalan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    KEPALA Kejaksaan Tinggi (Kajati Sumsel, Wisnu Broto mengatakan, pembangunan masjid dipinggir jalan sebagai pengganti Mushola yang ada di areal perkantoran Kajati, selain itu daerah tersebut masih minim masjid. “Dibangunnya Masjid juga agar masyarakat tidak kesulitan ketika akan beribadah,” katanya, kemarin. Kajati juga akan melaksanakan Hari Bhakti Adhyaksa sendiri akan digelar pada 22 Juli 2020 mendatang. […]

  • Pelari Asal Sumatera Selatan, Sri Mayasari Pecahkan Rekor PON dan rekor Nasional, 55 Rekor Baru Telah Tercatat di PON XX Hingga Hari ke-22

    Pelari Asal Sumatera Selatan, Sri Mayasari Pecahkan Rekor PON dan rekor Nasional, 55 Rekor Baru Telah Tercatat di PON XX Hingga Hari ke-22

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    PERHELATAN Pekan Olahraga Nasional (PON) XX sudah berlangsung selama 22 hari, terhitung sejak pertandingan pertama pada 22 September 2021. Dalam rentang waktu tersebut, sudah 55 rekor yang tercatat dalam perhelatan PON XX. 55 rekor tersebut terukir pada cabang olahraga Akuatik, Atletik, Selam dan disiplin Angkat Besi yang di antaranya klasifikasi rekor PON dan rekor Nasional. […]

  • Evaluasi kinerja triwulan II Pemkab OKI, ini kata Inspektur Wilayah 1 Itjen Kemendagri RI

    Evaluasi kinerja triwulan II Pemkab OKI, ini kata Inspektur Wilayah 1 Itjen Kemendagri RI

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kementerian Dalam Negeri melalui Inspektorat Jenderal memberikan penilaian baik terhadap kinerja Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Asmar Wijaya, pada evaluasi triwulan II di Kantor Itjen Kemendagri Jakarta, Kamis (25/7/2024). Sejumlah indikator kinerja utama menunjukkan capaian baik antara lain, angka inflasi serta penurunan kemiskinan ekstrem.   “6 bulan menjabat, angka inflasi dan […]

  • Tekan Angka Kecelakaan Akibat Truk Tronton, Begini Lho Reaksi Walikota Palembang

    Tekan Angka Kecelakaan Akibat Truk Tronton, Begini Lho Reaksi Walikota Palembang

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Maraknya truk yang bermuatan besar [tronton] peti kemas dan lainnya memang sudah membuat masyarakat kesal, pasalnya jalan di Palembang sudah tidak nyaman lagi, dan sangat mengkhawatirkan nyawany melayang akibat operasional truk yang taka da hentinya. Seperti di daerah Timur Kota Palembang, dari Pelabuhan Polindo Bom Baru hingga Jalan Yos […]

  • Penyelesaian 55 Item Aset Pemkab Mura – Pemkot Lubuk Linggau Clear

    Penyelesaian 55 Item Aset Pemkab Mura – Pemkot Lubuk Linggau Clear

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

    SETELAH berlangsung selama 18 tahun, persoalan Asset sebanyak 55 item antara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dan Pemerintah Kota Lubuk Linggau kini selesai sudah alias clear. Hal itu tertuang pada Monitoring Evaluasi Tindak Lanjut Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2019 di Gedung Bina Praja Kompleks Perkantoran Pemkab Musi Rawas, Selasa (1/10/2019). Rapat yang di pimpin langsung Sekretaris […]

  • Penghargaan WTP Bukan Target Utama, Tapi …

    Penghargaan WTP Bukan Target Utama, Tapi …

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.022
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru didampingi Kepala BPKAD Sumsel, Ahmad Mukhlis menerima piagam penghargaan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan RI atas LKPD Provinsi Sumsel Tahun 2019 serta plakat penghargaan setelah lima tahun berturut-turut meraih WTP . Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi […]

expand_less
WordPress Archive Alinan – Personal Blog / Vlog WordPress Theme Alinan WP – A Personal WordPress Blog and Vlog Theme Aliomatic – AliExpress Affiliate Money Generator Plugin for WordPress Alipay Cross Border Online Payment Alister Bank – Credits & Banking Finance WordPress Theme Alit – Minimalist Responsive Woocommerce WordPress Theme Alkahraba – Electrical Shop & Store WooCommerce Elementor Template Kit All In One Addons for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) All in One Carousel for WordPress All In One SEO PRO WordPress Plugin