Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

Perut Bumi Bikin Muba Nggak Sesak Napas Lagi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
  • visibility 3.261
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAS daerah diibaratkan tubuh manusia, mungkin sekarang Muba lagi kayak orang habis lari maraton 10 kilometer, ngos-ngosan, keringetan, tapi masih nekat senyum biar kelihatan kuat di depan rakyat. Untungnya, sebentar lagi ada oksigen tabung dari perut bumi Participating Interest (PI) 10 persen. Nah, ini dia yang katanya bakal jadi “napas buatan” buat Muba di tengah kondisi fiskal yang mulai megap-megap.

Jadi gini ceritanya. Pemerintah lewat Kementerian ESDM baru aja memperbarui aturan  Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2025. Intinya, daerah penghasil migas, termasuk Kabupaten Muba, bakal dapat jatah PI 10 persen dari hasil pengelolaan migas di wilayahnya. Dan kabar baiknya, Muba tinggal selangkah lagi buat nyicip kue itu.

Muba udah pasang kuda-kuda sejak awal. Katanya, PI 10 persen ini bukan cuma rezeki nomplok, tapi “darah baru” buat keuangan daerah. Apalagi tahun depan, TKD alias Transfer ke Daerah bakal dipotong. Lah, belum mulai tahun aja udah deg-degan duluan.

“Ini sumber pendapatan baru buat Muba,” ujar Apriyadi saat masih menjadi Sekda Pemkab Muba dalam Rapat di Kantor Dinas ESDM Sumsel, Palembang, Senin kemarin (3/11/2025).
Waktu itu beliau nggak sendirian rombongan lengkap kayak tim Avenger  ada Kabag Hukum, Kabag Perekonomian, Kabag SDA, sampai Dirut PT Muba Energi Maju Berjaya, Dr. Donny Meilano. Lengkap sudah, tinggal nunggu ‘aksi di lapangan’.

Nah, biar nggak asal comot, prosesnya mesti lewat tahapan yang disebut due diligence  istilah kerennya, semacam pemeriksaan kelayakan.

Jadi, sebelum duit migas itu benar-benar mengalir, harus dipastikan dulu siapa yang berhak, siapa yang kuat, dan siapa yang beneran mampu ngelola.

Ada tiga lembaga independen yang ngajuin diri buat ngecek, yaitu Politeknik Akamigas Palembang, LAPI ITB, dan PT Paleopetro.
Dan akhirnya, setelah debat ala ‘sidang Avengers’, dipilihlah Politeknik Akamigas Palembang.

Alasan klasik tapi logis, lengkap administrasinya, SDM-nya siap, dan ya… namanya juga anak daerah, masa ladang sendiri diserahkan ke orang luar?

Kepala Dinas ESDM Sumsel, Hendriansyah ST MSi, bilang, sekarang prosesnya udah sampai tahapan enam menuju tujuh, deadline-nya 26 November 2025.
Bahasanya kayak lomba tujuh pos pramuka, tinggal satu lagi sampai finish.
Kalau lancar, akhir tahun ini Muba udah bisa cuci muka pakai duit minyak.

Tapi… jangan keburu senang dulu. Duit PI 10 persen ini bukan sulap yang langsung bikin jalan mulus, kantor kinclong, dan PAD meroket.
Butuh manajemen, integritas, dan perencanaan. Kalau salah kelola, bisa-bisa uang yang niatnya buat oksigen malah jadi racun.

Sekda Apriyadi udah wanti-wanti, PI ini harus dikelola transparan dan produktif.
Jangan sampai jadi uang dingin yang cuma nongkrong di rekening daerah, atau malah jadi bahan rebutan politik menjelang pilkada.
Sebab, kayak pepatah lama bilang  “rezeki itu kalau tak pandai menampung, bisa tumpah sebelum sampai ke piring”.

Secara ekonomi, PI 10 persen ini potensinya gede banget.
Bayangin, kalau harga minyak dunia lagi naik, nilai PI daerah juga ikut terdongkrak.
Artinya, Muba punya peluang dapat sumber pendapatan non-pajak yang berkelanjutan.

Tapi di sisi lain, Muba juga harus realistis. Produksi migas nasional udah mulai menurun beberapa tahun terakhir.
Ladang minyak bukan sumur ajaib yang bisa disedot terus. Maka strategi jangka panjangnya, hasil dari PI ini harus jadi modal transformasi ekonomi.
Misal, sebagian dialokasikan buat bangun energi terbarukan, pendidikan vokasi migas, atau pengembangan industri turunan.

Kalau Muba cuma jadi penonton di ladang sendiri, ya percuma juga.
Makanya, berdirinya PT Muba Energi Maju Berjaya itu langkah cerdas.
Daerah punya kendaraan sendiri buat ikut bermain, bukan sekadar nunggu bagi hasil dari pusat.

Kemandirian daerah

Cerita PI 10 persen ini bukan sekadar tentang uang. Ini soal kemandirian daerah, bagaimana Muba belajar berdiri di atas kaki sendiri, menggali potensi alam dengan otak, bukan cuma dengan bor.

Kalau dulu orang bilang, “rejeki itu ada di tangan Tuhan”, sekarang tambahannya “…asal kita mau buka tangan, bukan cuma buka proposal”.

Artinya, daerah jangan cuma berharap dari transfer pusat. Muba udah benar  cari peluang dari aset sendiri. Tapi ingat, migas itu sumber daya yang bakal habis, sementara kebutuhan rakyat nggak pernah habis. Jadi, kalau sekarang dapat durian runtuh dari perut bumi, jangan langsung pesta makan durian rame-rame  sisakan bijinya buat ditanam lagi.

PI 10 persen ini ibarat napas baru buat Muba  oksigen yang datang di saat kas daerah lagi sesak. Tapi oksigen pun harus dikelola kebanyakan bisa bikin pusing, kekurangan bisa bikin pingsan.

Maka itu, pemerintah daerah mesti pintar ngatur ritme, misalnya kelola dengan profesional lewat BUMD yang kuat, gunakan hasilnya untuk investasi jangka panjang, bukan konsumsi sesaat, libatkan masyarakat biar tahu ke mana arah duitnya mengalir.

Kalau semua itu dijalankan, bukan mustahil Muba suatu saat bisa dikenal bukan cuma karena minyaknya, tapi karena kemampuannya mengolah “berkah perut bumi” jadi kesejahteraan yang nyata.

Dan kalau itu terjadi, baru bisa kita bilang dengan bangga “Perut bumi memang nggak cuma ngasih minyak — tapi juga napas panjang buat masa depan Muba”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow,  99,9% Gedung Walet di Muba Tak Kantongi Izin

    Wow,  99,9% Gedung Walet di Muba Tak Kantongi Izin

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU,- Usaha sarang walet di Kabupaten Muba sudah menjamur, buktinya ada 1.734 gedung untuk usaha burung. Sayangnya dari ribuan gedung itu 99,9% belum mengantongi izin. Oleh sebab itu, Pemkab Muba mengincar pendapat asli daerah [PAD] yang berasal dari usaha sarang walet yang beromzet ratusan juta. Pada 2019 mendatang Badan Pengelola Pajak Retrebusi Daerah (BPPRD) […]

  • Serentak, Bupati Banyuasin Launching Penyaluran Bantuan BLT

    Serentak, Bupati Banyuasin Launching Penyaluran Bantuan BLT

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 980
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani didampingi Ketua TP PKK dr Fitriyanti Askolani bersama unsur FKPD, Senin (18/5/2020) mulai menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Kabupaten Banyuasin. Kendati harus melintasi jalan setapak yang licin,  becek dan ada juga yang tergenang air namun keduanya nampak penuh semangat. Satu demi satu, ATM bantuan Sosial Pemkab Banyuasin dan dana Desa termasuk […]

  • Si Putri Bakal Nilai Layanan Publik OKI

    Si Putri Bakal Nilai Layanan Publik OKI

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat. Guna mengukur kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah, Pemkab OKI memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Publik terintegrasi atau Si Putri. “Layanan Si Putri ini guna memastikan keterlibatan masyarakat dalam proses pemantauan dan evaluasi kinerja penyelenggara pelayanan publik yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk memastikan manfaat […]

  • Delegasi Indonesia Tampil Kompetitif di WorldSkills ASEAN 2025 Manila: Lomba Skill atau Lomba Hidup?

    Delegasi Indonesia Tampil Kompetitif di WorldSkills ASEAN 2025 Manila: Lomba Skill atau Lomba Hidup?

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    COBA bayangkan kalau hidup ini kayak WorldSkills ASEAN Competition 2025 yang lagi berlangsung di Manila. Bedanya, kalau di kompetisi resmi anak-anak muda bertanding di bidang Cyber Security, Mechatronics, sampai Fashion Technology, di kampung kita lombanya lebih sederhana, siapa paling cepat ngeracik kopi sachet tiga rasa dalam satu gelas, atau siapa paling tahan tidur pas acara […]

  • Politeknik Transportasi  PKL di Muba

    Politeknik Transportasi  PKL di Muba

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi menerima Taruna/Taruni Praktek Kerja Lapangan Program Studi D IV Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) tahun 2020, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Senin (21/9/2020). Dalam sambutannya Sekda menyambut baik dan terimakasih telah memilih Kabupaten Muba sebagai tempat pelaksanaan PKL, serta memohon maaf jika dalam […]

  • Sepekan, 53 Terduga Teroris Berhasil Diringkus, 5 Target Tersangka Masih Dikejar

    Sepekan, 53 Terduga Teroris Berhasil Diringkus, 5 Target Tersangka Masih Dikejar

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 984
    • 0Komentar

    HINGGA hari Kamis 19 Agustus 2021 Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah berhasil menangkap sebanyak 53 terduga teroris yang berada di Wilayah Indonesia. “Sampai saat ini sudah 53 orang tersangka teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror,” jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum), Divisi Humas Polri Kombes. Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., […]

expand_less
WordPress Archive Amity – Charity & Donation Elementor WordPress Theme Amoja – Resort & Hotel WordPress Theme Amokachi | Portfolio WordPress Theme Amoor – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Amortez – Real Estate Group WordPress Theme + RTL Amory - A Responsive WordPress Blog Theme Amory Blog – A Responsive WordPress Blog Theme Amos – Creative WordPress AMP Cache for WordPress AMP Email