Seni & Budaya

Pada Setiap Tarikan Napas sang Pejuang

JANGAN pernah merasa sendiri,

karena aku akan selalu bersamamu,

jangan pernah merasa sepi,

karena aku akan selalu menghiburmu,

 

napasmu adalah napasku,

 

di setiap persimpangan,

ujian selalu diberikan Tuhan,

untuk menguji ketakwaan,

untuk meningkatkan derajat keimanan,

 

wahai pejuang-pejuang,

yang terbaring dan tak berdaya,

yang berselimut lelah dan payah,

yang bergantung pada selang nyawa,

dan pejuang yang berbalut seragam pengap,

dengarlah angin yang membawa pesan,

sakitmu adalah rintihku,

pedihmu adalah lukaku,

hidupmu adalah hidupku,

 

napasmu adalah napasku,

 

jangan pernah berhenti,

berjuang melawan perih,

jangan pula bersedih,

esok pasti akan terbit mentari,

memancarkan sinar kasih.

 

 

 

Profil Penulis

 

Alamsari, lahir di Musi Banyuasin 17 November 1984. Saat ini mengajar di SMPN 1 Indralaya Utara. Pernah menjadi juara 1 lomba cipta cerpen dan juara 1 lomba menulis artikel budaya tingkat Sumsel.

Comments

Terpopuler

To Top