Seni & Budaya

RINDU KAMU DUDUK BERDUA DENGANKU

© mrezkyhp

.Pagi ini kembali aku mendengar— suara kicau burung, suara rintik hujan febuari dan suara rindu. Aku tak begitu paham sebenarnya apa itu suara— yang aku tau: suara adalah sesuatu yang berdenging ditelinga— namun ini berbeda: suara itu tak hanya berdenging ditelingaku, bahkan orang yang berjalan mengenakan jilbab panjangnya: kukira itu kamu.

.Hari ini— kembali kurangkai cintaku yang berhamburan untukmu dimana-dimana. Sejauh mata memandang, sekeras kaki melangkah yang ada: hanya betapa aku sangat mencintaimu. Terlebih— aku tak kunjung jua berani mengirimkan surat rindu ini untukmu: karena aku tak ingin kau terusik dan akhirnya rinduku tak lagi nyaman kurasa untukmu.

.Berjalanlah dengan keanggunanmu, tegaklah berdiri menatap masa-masa mu yang penuh tawa sukaria, kejar apa yang membuatmu bahagia, capailah asa dan cintamu yang kau impi-impikan. Dari kejauhan: aku menatapmu lagi dan lagi dengan rindu— rindu yang entah sampaikan kapan berakhir, rindu yang entah sampai kapan sirna dan sepertinya ini akan berlangsung selamanya.

.

Sudah terbayang sebenarnya: kemungkinan dirimu untukku adalah sangat kecil— namun apa salahnya aku menaruh harap berbalut doa yang sering-sering kuhantarkan saat rindu mendayu. Bila: akhirnya aku tak mendapatkanmu— aku pasti kecewa karena kecewa itu manusiawi namun aku akan bahagia karena kau telah menemukan orang yang pantas— bersanding membahagiakanmu.

.Sebelum hal itu terjadi: aku akan menempa diri— bukan untuk terlihat hebat didepan kedua orang tuamu namun memang aku harus menjadi hebat untuk dunia ini. Aku akan sekeras-kerasnya berjuang untuk hidupku— bukan agar terlihat gagah dipelupuk matamu namun memang aku telah terlahir menjadi sosok pejuang kehidupan. Aku akan memantaskan diriku jauh melampaui semua yang kau bayangkan— bukan hanya agar aku bisa mendapatkanmu: terlebih dari itu— aku ingin sekali membahagiakanmu dan menoreh senyum dibibirmu.

.Kurasa Tuhan— akan adil dengan seadil-adilnya: Ia hanya akan mempersandingkan seseorang yang memang pantas untuk bersanding dan memisahkan— seseorang yang memang pantas untuk berpisah. Jika rinduku ini tak jua berakhir: kala aku tak ditakdirkan untukmu biarlah rindu ini hidup sebagai pedoman— bahwa aku benar-benar pernah sangat mencintai seseorang. Benar-benar teguh dalam— menyampaikan doa. Benar-benar aku rindu— kamu. Rindu kamu— duduk berdua denganku: sebagai sepasang yang telah halal.

.Palembang 26.02.2020

Nama Lengkap : Muhammad Rezky Harta Prima

Nama Panggilan : Rizki

Tempat tanggal lahir : Palembang, 04 Febuari 1995

Jumlah saudara : anak pertama dari 2

Comments

Terpopuler

To Top